Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pencarian Seribu Startup Dimulai dari 10 Kota

Pencarian Seribu Startup Dimulai dari 10 Kota


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jokowi & Yansen Kamto. Foto: Ikhwanul Khabibi/detikINET
Jakarta - Upaya Indonesia untuk menjadi The Digital Energy of Asia salah satunya akan datang dari program pengembangan usaha rintisan digital alias startup.

Startup yang dicari bukan sembarang startup. Melainkan yang benar-benar berkualitas. Itu sebabnya, usaha untuk mencarinya pun juga tidak boleh main-main.

Setelah mendapat amanat dari Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun langsung gerak cepat menggandeng para pegiat startup dan inkubator.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang paling diandalkan Rudiantara dalam mencari seribu startup berkualitas dengan valuasi USD 10 miliar ini adalah Kibar yang digawangi oleh Yansen Kamto.

Lantas, bagaimana strategi Yansen dkk untuk mewujudkan misi tersebut? Ia pun angkat bicara saat ditemui di sela acara Indonesia E-commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Rabu (27/4/2016).

"Untuk mewujudkan itu, kami telah menyusun sebuah roadmap yang terdiri dari talks, workshop, hackathon, bootcamp dan inkubasi," papar Yansen.

Menurutnya, yang mau ditunjukkan dari program ini adalah proses dari nol sampai inkubasi, dan hanya yang ikut semua kegiatan yang ada dalam program ini yang terhitung sebagai 1.000 startup tersebut.

"Kenapa begitu? Karena yang kami mau tekankan adalah pembinaan, yang dicari bukan startup karbitan, bukan startup jadi-jadian," tegas pria berkepala plontos ini.

"Kami ingin menyebarkan virus startup teknopreneur, sehingga dapat menjadi wabah yang bisa menjangkiti seluruh wilayah Indonesia," ucapnya lebih lanjut.

Geber di 10 Kota

Yansen memaparkan, program seribu startup ini adalah program nasional. Itu sebabnya, konsentrasi pencariannya bukan hanya di Pulau Jawa saja, tapi juga di kota-kota besar lainnya secara nasional.

"Maka di 10 kota itu kami akan bangun innovation hub yang terdiri dari co-working space dan inkubator," ujarnya. "Kami akan membangun ekosistem di 10 kota itu mulai dari akademisi, bisnis, government, media, dan komunitas. Istilahnya, ABG plus plus," jelasnya sambil bercanda.

Adapun 10 kota yang sudah dijajaki sejak awal 2016 ini adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Makassar, Pontianak, Denpasar, dan Surabaya.

"Itu baru tahap awal saja. Nantinya tidak hanya di 10 kota, tapi mungkin bisa 50 kota secara bertahap," pungkasnya. (rou/fyk)
TAGS







Hide Ads