Proyek yang melibatkan ahli saraf, robotika dan pakar kesadaran manusia itu menargetkan hidup abadi bisa dicapai manusia dalam 30 tahun mendatang. Caranya dengan menciptakan robot yang dapat menyimpan kepribadian.
"Para ilmuwan menyebutnya sebagai upload atau transfer pikiran. Sedangkan saya lebih suka menyebutnya sebagai transfer kepribadian," kata Dmitry yang dilaporkan berharta USD 1 miliar dari hasil bisnis media ini, dikutip detikINET dari Telegraph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Banyak yang meragukan ambisi Dmitry akan jadi kenyataan, bahwa adalah tidak mungkin untuk melakukan hal semacam itu. Tapi ia jalan terus dan telah menghabiskan jutaan dolar demi kelangsungan proyeknya.
"Kita mungkin mengimplementasikan karakteristik seseorang dan beberapa pengalaman hidupnya ke robot android, dan android itu kemudian akan menjadi orang itu ketika ia meninggal. Maka jika kita mau, kita bisa hidup di masyarakat selamanya," yakinnya.
Salah satu yang skeptis dengan Dmitry adalah Miguel Nicolelis, pakar otak manusia. "Sederhana saja, itu tidak bisa dilakukan. Ini adalah proyek buang-buang waktu dan uang," ketusnya.
(fyk/ash)
