BERITA TERBARU
Minggu, 13 Mar 2016 15:56 WIB

Ketika Jalur Online Mudahkan Proses Belajar

Yudhianto - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Di tengah padatnya aktivitas, meluangkan waktu untuk sejenak mencari ilmu memang bukan perkara mudah. Namun sejak dunia online mewabah, proses belajar pun bisa dilakukan di manapun. Salah satunya ditawarkan oleh situs yang satu ini.

Adalah squline.com yang menawarkan proses belajar lewat jalur online. Namun yang ditawarkan situs garapan anak bangsa ini memang cenderung spesifik ke kursus bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan Mandarin.

Meski bukan hal yang baru, pembelajarannya cukup menarik. Penggunanya bisa berhadapan langsung 1-on-1 dengan pengajarnya lewat jalur live video call. Sehingga penggunanya bisa merasakan sensasi belajar langsung di depan guru.

Tapi tentu saja lancar-tidaknya proses belajar juga bergantung sepenuhnya pada koneksi internet yang digunakan kedua pihak. Sebab proses belajar bisa jadi malah mengesalkan kalau koneksi internetnya tak bisa diandalkan.

Selain fleksibel soal waktu, keuntungan lainnya balajar melalui jalur online adalah kebebasan pengguna memilih lokasi yang dianggap nyaman untuk proses pembelajaran. Jadi pengguna tak hanya terpaku di ruang kelas, proses belajar bisa dilakukan di manapun di lokasi favorit.

"Belajar langsung dengan pengajar asing professional dari luar negri langsung dari rumah, kantor, ataupun tempat favorit lainnya," ujar Tomy Yunus, CEO Squline.

Selain menawarkan kursus online bahasa Inggris dan Mandarin, Squline juga menawarkan kursus Bahasa Indonesia. Namun untuk Bahasa Indonesia, yang diincar adalah pengguna dari luar negeri dan ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

Tak cuma di Jakarta yang dijadikan pusatnya, Squline sendiri kini sudah beroperasi di beberapa ibukota negara lainnya, yakni Beijing dan Manila. Sedangkan tenaga pengajarnya disebut mencapai 60 orang untuk yang kursus bahasa Mandarin, dan untuk yang bahasa Inggris. Squline juga mengklaim saat ini telah memiliki ribuan pengguna yang menggunakan jasanya, yang didominasi oleh pengguna dari Indonesia.

"Saat ini (Squline) beroperasi di 3 negara. Jakarta sebagai pusat pemasaran dan support, Beijing dan Manila sebagai basis pengajar asing. Squline telah memiliki ribuan pengguna dari Indonesia dan juga luar Indonesia seperti Filipina, Thailand, China, dan Amerika Serikat," pungkas Tomy.

(yud/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed