Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Bukalapak: Orang Sukses Banyak Lahir dari Media Digital

Bos Bukalapak: Orang Sukses Banyak Lahir dari Media Digital


Dewi Rachmat Kusuma - detikInet

Foto: Dewi R. Kusuma-detikFinance
Yogyakarta, - Perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Mengikuti zamannya, media digital menjadi salah satu sarana mencari informasi apa pun.

Banyak orang sukses lahir dari media digital, sebut saja pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pendiri Apple Steve Jobs, pendiri Google Larry Page, hingga pendiri Alibaba Grup Jack Ma.

Mereka sukses bukan tanpa alasan, melainkan kerja keras, kreatif, dan inovatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Kuncinya) kerja keras, kreatif, fokus, percaya diri. Kualitas SDM juga harus di-upgrade. Pendidikan juga penting. Pendiri Google, Facebook, Apple, Alibaba itu mereka dari universitas-universitas keren, makanya universitas itu backbone untuk menciptakan wirausahawan, pebisnis. Jadi, pemerintah harus memberi kemudahan masyarakatnya bisa sekolah ke luar negeri, jangan hanya yang pintar, justru yang nggak pintar yang harus disekolahkan biar pintar," ujar dia dalam Seminar Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia di Crystal Lotus Hotel, Yogyakarta, Senin (7/3/2016).

Saat ini, masalah terberat yang dialami Indonesia adalah rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Padahal, SDM ini yang menjadi acuan pengembangan bisnis ke depan.

"Masalah terberat di Indonesia manusia. Kualitas SDM kita rendah, padahal wirausahawan itu backbone-nya people, manusianya harus dibangun," terang dia.

Zaky menyebutkan, sumbangan ekonomi Amerika Serikat (AS) terbesar berasal dari digital atau teknologi.

Semua itu berasal dari riset yang dilakukan pemerintah AS. Mereka tak segan menggelontorkan uang banyak hanya untuk riset karena mereka yakin riset khususnya dalam bidang teknologi akan memberikan hasil yang luar biasa di masa yang akan datang.

"Karena pemerintah AS melakukan riset besar-besaran melalui Departemen Pertahanan, teknologi itu menguntungkan di masa depan. AS tumbuh ekonominya dari digital kayak Apple, Facebook, Google. 21% GDP AS dari digital. Kita tergantung spending pemerintah, kalau AS kalau ekonomi melambat tinggal telepon CEO Apple, eh keluarin produk baru biar ekonomi jalan karena konsumsi naik," pungkasnya. (jsn/rou)
TAGS




Hide Ads