Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ambisi Grab Jadi Raja Transportasi Online Masih Terganjal Go-Jek

Ambisi Grab Jadi Raja Transportasi Online Masih Terganjal Go-Jek


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Ridzki Kramadibrata. Foto: detikcom/rou
Jakarta - Penyedia layanan ridesharing asal Malaysia yang kita kenal dengan nama aplikasi Grab, mengaku serius untuk bisa jadi raja transportasi online di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia yang populasinya terbesar di kawasan regional.

Sejauh ini, aplikasi tersebut telah hinggap di 11 juta smartphone yang tersebar di 28 kota di enam negara, yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, dan tentunya Indonesia.

Menurut Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 220 ribu pengemudi, baik itu pengendara motor, taksi, hingga mobil pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah menguasai 95% pangsa pasar dalam aplikasi pemesanan taksi dan lebih dari 50% pangsa pasar dalam layanan mobil pribadi," ujarnya saat ditemui di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Lantas, bagaimana dengan penguasaan di pasar ojek online? Nah, di segmen ini, Grab mengakui memang masih kalah superior dibanding kompetitor terdekatnya -- tanpa mau menyebut nama Go-Jek. Pangsa pasar yang dikuasai GrabBike, diakui baru 35%.

"Kami punya tiga target untuk tahun 2016 ini. Kami punya planning serius untuk meningkatkan pangsa pasar GrabBike menjadi 50%," kata Ridzki yang saat itu juga ikut ditemani oleh Kiki Rizki, Country Head of Marketing Grab Indonesia.

Dari angka 35% yang diklaim oleh Grab, mereka berdua masih belum bersedia merinci detail jumlah penggunanya. Namun ditegaskan oleh Ridzki, dalam setahun terakhir jumlah itu meningkat 80%. Jelas, hal itu membuat optimisme mereka membuncah.

Jika Grab nantinya benar bisa meraih pangsa pasar 50%, bisa jadi target yang dimaksud adalah menggerus pasar penggunanya Go-Jek. Namun, spekulasi itu buru-buru ditampik.

Menurut Ridzki, bisnis ojek online bisa saja membludak sepanjang 2016 dan melahirkan kompetitor-kompetitor kuat lainnya. "Ketika membuat planning ini, kami mengantisipasi ada player-player lain yang bermunculan. Kalaupun ada, kami sudah siap," tegasnya.

Beberapa strategi pun telah ditetapkan untuk mencapai target. Semuanya merujuk pada peningkatan pengalaman pengoperasian. Dalam waktu dekat, Grab akan menambah dua fitur baru yang berhubungan dengan keamanan dan kesejahteraan pengemudi. Namun, Ridzki maupun Kiki, masih belum mau menjelaskan lebih lanjut.

"Tunggu saja, sebentar lagi akan kami umumkan. Kami sudah meluncurkan beberapa peningkatan beberapa minggu lalu. Antara lain memungkinkan pencarian lokasi destinasi yang lebih cepat dan sign up via Facebook supaya lebih praktis," pungkas Kiki. (rou/fyk)
TAGS





Hide Ads