Rabu, 17 Feb 2016 14:55 WIB

Laporan dari San Francisco

Jokowi: Saya Butuh Seribu Teknopreneur

Ikhwanul Khabibi - detikInet
Foto: Ikhwanul Khabibie Foto: Ikhwanul Khabibie
Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan dunia teknologi, terutama yang berkaitan langsung dengan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM).

Saat bertemu dengan sekitar 800 diaspora Indonesia di San Francisco, Jokowi menegaskan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia membutuhkan setidaknya 1.000 teknopreneur.

"Saya ingin dalam waktu yang sangat cepat ini ada 1.000 teknopreneur dan developer. Jika Indonesia tidak menyiapkan teknopreneur dan developer maka Indonesia akan tertinggal oleh negara-negara lain," kata Jokowi di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (16/2/2016) malam waktu setempat.

Jokowi menjelaskan, kesempatan bagi para ahli IT untuk membuka usaha di Indonesia begitu besar. Presiden sangat berharap kesempatan emas itu bisa diambil oleh anak-anak bangsa.

"Peluang berusaha di Indonesia masih sangat terbuka luas. Berbagai aplikasi untuk masyarakat masih dibutuhkan, seperti aplikasi prakiraan cuaca untuk nelayan, petani dan juga aplikasi UMKM.

"Bahkan aplikasi untuk pasar tradisional juga diperlukan, misalnya harga yang tinggi untuk suatu komoditi di suatu pasar dapat ditutup dengan mengirim suplai dari pasar lainnya. Kalau bisa, jangan sampai diambil negara lain," jelas Jokowi.

Seorang WNI, Maya yang bekerja sebagai IT engineer di salah satu perusahaan di Silicon Valley lalu menanyakan soal jaminan pemerintah bagi para pengusaha teknopreneur.

Maya menyebut, pemerintah perlu memberikan dukungan penuh ke pada para teknoopreneur, temasuk dukungan modal. Dengan begitu, orang seperi Maya akan mantap untuk pulang ke Indonesia.

"Ya kalau mau pulang ya pulang saja. Soal nanti terombang-ambing atau bagaimana itu kan proses jadi pengusaha," jawab Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara yang ikut dalam acara itu kemudian menjelaskan potensi industri digital di Indonesia. Menurutnya, potensi industri digital di Indonesia mencapai USD 130 miliar pada tahun 2020.

"Potensi Industri digital di Indonesia sebesar USD 130 miliar pada tahun 2020. Roadmap sudah selesai dan akan dituangkan dalam Perpres dan pendanaannya dilakukan melalui KUR," ucap Rudiantara .

(Hbb/rou)