Menurut Illiza, pihaknya sengaja meluncurkan hashtag tersebut agar menjadi isu atau topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat. Illiza mengajak pengguna media sosial untuk aktif mengkampanyekan larangan tersebut.
"Hashtag #valentinebukanuntukkami di Twitter, Facebook, dan Instagram, juga akan kita gencarkan terutama di kalangan pemuda agar gaungnya bisa ke seantero dunia," kata Illiza dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (10/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain seruan bersama, penguatan akidah masyarakat dan memperkuat peran lembaga pendidikan juga akan terus kita lakukan," jelasnya.
Perayaan Valentine, kata Illiza, lebih banyak mudarat dibandingkan manfaat. "Mari kita kampanyekan kepada kawan-kawan yang lain dan memulainya dengan bismillah. Salah satunya aktif berkampanye tentang larangan perayaan hari Valentine di Medsos dengan hashtag #valentinebukanuntukkami," tandasnya. (ash/ash)