Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Omset Lapak Online Diprediksi 'Cuma' Rp 224 Triliun

Omset Lapak Online Diprediksi 'Cuma' Rp 224 Triliun


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Ilustrasi. (gettyimages)
Jakarta - Kementerian Perdagangan optimistis lalu lintas uang yang wara-wiri di bisnis e-commerce tumbuh luar biasa di tahun 2015. Prediksinya bahkan bisa tembus sampai Rp 224,9 triliun.

Padahal, mengacu dari data Bank Indonesia, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Fetnayeti mengungkapkan bahwa transaksi jual beli online di Indonesia pada tahun 2014 cuma sebatas Rp 34,9 triliun.

"Kemendag sangat mendukung usaha perdagangan melalui online atau dikenal dengan e-commerce. Dari angka Rp 34,9 triliun, diprediksikan tahun ini akan meningkat menjadi Rp 224,9 triliun," ujar Fetnayeti dalam konferensi pers Harbolnas 2015 di hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski diproyeksi hingga Rp 224,9 triliun, namun angka itu ternyata masih kecil jika dilihat dari kontribusi retail secara keseluruhan. Kontribusi ritel online bahkan belum menyentuh angka satu persen secara keseluruhan.


"Dibandingkan retail keseluruhan, retail online baru sekitar 0,6-0,7%. Adanya Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) menjadi tugas kita bagaimana bisa mendorong retail perdagangan online yang bisa memangkas distribusi pemasaran perdagangan di offline," lanjutnya.

Terlebih, untuk mendirikan ritel online tidak diperlukan biaya yang besar seperti offline. "Mereka tak perlu kantor yang terlalu besar, gudang besar. Cukup pengelolaan situs atau website yang tepat, sehingga konsumen dapat berbelanja dengan nyaman,” kata Fetnayeti.

Maka dari itu, adanya Harbolnas 2015 diharapkan mampu menumbuhkan persentase jumlah pemain ritel dari yang di bawah 1% menjadi 5%. "Kami berharap dalam dua atau tiga tahun ke depan, kontribusi perdagangan online bisa mencapai 5%," pungkasnya.

Singkat kata, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mendukung dihelatnya Harbolnas. Kemendag meyakini bila Harbolnas 2015 mampu mendongkrak nilai transaksi jual beli online secara drastis. Sementara itu, bila melihat dari jumlah pemain ritel online, Fetnayeti menyatakan belum mengalami peningkatan signifikan.

(ash/ash)







Hide Ads