Konektivitas mobile broadband dan gadget menjadi andalan pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Dari sisi gadget yang menjadi andalan adalah smartphone (48,4%), netbook (37%), dan komputer desktop (28%).
Demikian terungkap dari Proliferasi e-Commerce yang dilakukan Kementerian Kominfo di 18 kota melalui survei online dan wawancara dengan 2.312 responden yang terdiri dari pembeli perorangan, pembeli berbadan hukum, penjual perorangan, dan penjual berbadan hukum.
"Kalau dilihat dari sisi konektivitas, hadirnya mobile broadband menjadi andalan bagi penjual dan pembeli untuk e-commerce," ujar Direktur e-Business Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, Azhar Hasyim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di pembeli perorangan sekitar 66% menjadikan mobile broadband sebagai andalan dan 60,8% di penjual perorangan menggunakan mobile broadband.
Sedangkan koneksi fixed broadband hanya digunakan penjual dan pembeli berbadan hukum masing-masing sekitar 17,8% dan 13,7%. Di perorangan, malah lebih rendah yakni masing-masing 6,7% dan 4%.
Seperti diketahui, e-commerce diprediksi akan mendongkrak Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 22% pada tahun 2020 dengan asumsi pertumbuhan 50% setiap tahunnya.
Menkominfo Rudiantara memperkirakan pada akhir 2015, nilai bisnis e-commerce tanah air sekitar USD 18 miliar. Sementara pada 2020, nilainya akan mencapai USD 137 miliar atau tumbuh sepuluh kali lipat dibandingkan tahun ini.
(rou/fyk)