Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kisah Mendebarkan Korban Selamat Teror Paris di Facebook

Kisah Mendebarkan Korban Selamat Teror Paris di Facebook


Fino Yurio Kristo - detikInet

Isobel (facebook)
Jakarta -

Serangan simultan teroris di jantung kota Paris membuat ratusan korban tewas. Para korban selamat, yang menyaksikan sendiri bagaimana serangan itu terjadi depan mata, menceritakan kisah mengerikan sekaligus mengharukan. Seperti dialami gadis bernama Isobel Bowdery ini.

Di akun Facebooknya, Isobel menceritakan kisah dramatis panjang lebar saat ia dan pacarnya menyaksikan pertunjukan musik di tempat konser Bataclan, salah satu lokasi teror Paris. Ia juga memposting kaos yang dipakainya, tampak ada noda darah di sana.

Awalnya, Isobel mengira teroris itu bagian dari pertunjukan. Tapi mimpi buruk terjadi ketika kemudian sang teroris menembak dengan membabi buta, mengakibatkan sekitar 80 orang tewas berlumuran darah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda tak akan pernah berpikir hal seperti ini terjadi pada Anda. Atmosfernya sangat menyenangkan dan semua orang menari dan tertawa. Dan kemudian ada lelaki datang melalui pintu depan lalu mulai menembak, kami secara naif mengiranya sebagai bagian pertunjukan. Ini bukan hanya serangan teroris, ini adalah pembantaian," kisahnya.

"Lusinan orang ditembaki tepat di depanku. Kolam darah memenuhi lantai. Tangisan para pria dewasa yang memegang jenazah pacarnya terdengar menusuk di ruangan konser yang kecil itu," tulis Isobel yang detikINET kutip dari laman Facebooknya.

"Syok dan sendirian, aku pura pura mati selama lebih dari satu jam, terbaring di antara orang-orang yang melihat kekasihnya tidak bergerak lagi. Menahan napas, mencoba tidak bergerak, tidak menangis," paparnya.


Isobel merasa sangat beruntung bisa selamat. Ia sudah merasa pasti akan mati tertembak. "Saat terbaring di kubangan darah orang asing itu dan menunggu peluru menghabisi umurku yang baru 22 tahun, aku melihat setiap wajah orang yang aku cintai dan berbisik I love you, lagi dan lagi," tulisnya lagi.

Tapi Isobel luput dari maut. Dia pun berterima kasih pada para orang asing yang turut melindunginya sehingga bisa selamat. Pada para orang asing yang menenangkannya, pada polisi dan juga saat mendengar kata cinta terakhir dari pasangan malang yang terbunuh malam itu di dekatnya.

"Ini adalah tentang 80 orang yang terbunuh di dalam venue itu, yang tidak sama beruntung, yang tidak bisa bangun hari ini dan untuk kesedihan yang dialami teman dan keluarga mereka. Sungguh maaf. Tidak ada yang bisa menyembuhkan luka itu," tulis Isobel.

Saat ini sudah ada ribuan orang menekan tombol Like pada postingan Isobel itu. Banyak komentar mendukung Isobel agar tetap kuat, sekaligus memuji kisahnya yang menyentuh.

(fyk/ash)







Hide Ads