Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ketika PM Italia & Spanyol Berkicau Soal Insiden Rossi vs Marquez

Ketika PM Italia & Spanyol Berkicau Soal Insiden Rossi vs Marquez


Yudhianto - detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Tak dapat dipungkiri insiden senggolan antara Valentino Rossi versus Marc Marquez sukses menuai perhatian jutaan netizen. Saking hebohnya, bahkan sekelas Perdana Menteri (PM) pun ikut-ikut mengomentari kejadian ini, termasuk juga para pebalap profesional.

Adalah PM Italia, Matteo Renzi yang pertama kali mengomentari insiden tersebut dalam bentuk dukungan kepada Rossi. Bahkan Renzi sendiri yang sampai menghubungi Rossi lewat sambungan telepon untuk memberi ucapan penyemangat. Padahal Renzi ketika itu tengah dalam kunjungan ke Lima, Peru.

Seakan tak mau kalah, PM Spanyol Mariano Rajoy juga melakukan hal serupa. Melalui akun Twitter resminya, Rajoy menyuarakan dukungan kepada Marquez. β€œDalam olahraga dan politik, tidak semua hal bebas dilakukan. Dukungan kami buat Marc Marquez,” kicau Rajoy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu komentar juga tak luput hadir dari para pebalap profesional. Masing-masing tentu punya pandangan masing-masing terkait insiden yang bikin heboh dunia balap ini. Di satu sisi ada yang mendukung Rossi, sementara sisi lainnya mendukung Marquez.

Kata Michael Laverty misalnya. Pemilik akun Twitter @MichaelLaverty yang merupakan pebalap di ajang Superbike ini berkicau kalau Marquez telah melanggar aturan tak tertulis yang ada di kalangan pebalap professional.

β€œMarc sudah melanggar peraturan tidak tertulis. Kalau kamu sudah tak terlibat (perebutan juara dunia), selalu hormati rider lain yang masih bersaing di kejuaraan. Vale geram dan memberinya pelajaran,” kicau Laverty.

Lain lagi kata Troy Bayliss, lewat akun @TroyBaylisstic juara tiga kali kejuaraan Superbike ini memberikan pernyataan yang lebih netral. Menurutnya Rossi dan Marquez tak bisa melakukan hal seperti insiden yang telah terjadi, karena bisa mengakibatkan hal yang lebih fatal jika di kecepatan tinggi.

β€œBisa saya katakan adalah 46 (Rossi-red) dan 93 (Marquez-red) tak bisa seperti itu di balapan. Saya lega insiden itu tak terjadi dalam kecepatan tinggi,” cuit Bayliss.

Sedangkan kata mantan pebalap Yamaha Factory, Ben Spies yang memiliki akun @BenSpies11, strategi Marquez yang seakan sengaja mengganggu Rossi membuat pebalap bernomor start 46 itu β€˜memberi’ apa yang Marquez β€˜minta’ di balapan Sepang, Malaysia 25 Oktober kemarin. Jadi keduanya disebut sama-sama salah.

β€œ@marcmarquez93 β€˜memintanya’ dalam balapan dan @ValeYellow46 secara sengaja β€˜memberikannya’, jadi kedua pebalap sama-sama salah,” kata Spies.

(yud/fyk)




Hide Ads