Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Batal ke Silicon Valley, Jokowi Ajak Obama Garap Digital Ekonomi

Batal ke Silicon Valley, Jokowi Ajak Obama Garap Digital Ekonomi


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Pertemuan antara Jokowi dan Obama di Gedung Putih (ega/detikINET)
Jakarta -

Meskipun Presiden Joko Widodo batal berkunjung ke kawasan teknologi Silicon Valley di Amerika Serikat, namun ia tetap mengajak Presiden Barack Obama untuk menggarap kerja sama bilateral mengembangkan ekonomi digital.

Dalam pertemuan antara dua kepala negara itu di Oval Office, White House, Washington DC, ada beberapa hal yang dibahas antara Jokowi dan Obama. Salah satu topik utamanya tentang hubungan kerjasama dua negara dalam hal digital ekonomi.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi terbesar di dunia dalam ekonomi digital dan telah menetapkan ekonomi digital menjadi salah satu prioritas utama pengembangan ekonomi Indonesia ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengajak Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam hal ekonomi digital," ucap Jokowi seperti detikINET kutip dari keterangan yang dilansir Tim Komunikasi Presiden, Selasa (27/10/2015).

Permintaan Jokowi untuk meningkatkan kerja sama bilateral tersebut mendapat sambutan hangat dari Obama. "Terutama perkembangan ekonomi digital, merupakan peluang yang baik sekali di Indonesia," sahut orang nomor satu di negeri Paman Sam itu.

Di awal pertemuan, Obama menyampaikan bahwa dirinya mempunyai kepentingan dan hubungan pribadi dengan Indonesia, karena masa kecilnya sempat dilewati di Jakarta. "Saya masih ada hubungan keluarga dengan Indonesia," kenang Obama yang masa kecilnya sempat jadi 'anak Menteng'.

Presiden Jokowi dan Presiden Obama berkomitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. Kunjungan Jokowi menandai satu tahapan baru hubungan bilateral tersebut, dimana sejak 2010 antara kedua negara telah memulai kemitraan yang dinamakan sebagai comprehensive partnership.

"Dengan kunjungan kali ini memulai hubungan baru dengan diluncurkannya strategic partnership antara kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Blair House, Washington DC.

Pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Obama berlangsung selama 1 jam 10 menit di Oval Office, Gedung Putih, yang kemudian dilanjutkan dengan pernyataan pers bersama selama 20 menit. "Pertemuan berlangsung dengan sangat baik, akrab juga produktif," ucap Menlu.

"Sementara Presiden Jokowi juga menyampaikan masalah potensi di bidang digital ekonomi dan diapresiasi Presiden Obama. Keduanya bersepakat meningkatkan kerjasama di bidang digital ekonomi," lanjut Retno.

Presiden Jokowi tiba di Gedung Putih pada pukul 14.35 waktu AS dan disambut oleh Kepala Protokol Negara Amerika Serikat. Sebelum bertemu Presiden Obama di Oval Office, Presiden Jokowi singgah terlebih dahulu di Roosevelt Room untuk menandatangani buku tamu.

Dalam catatan Menlu, ada satu hal yang menarik setelah pertemuan selesai dilakukan, dimana tidak menjadi kebiasaan dari Presiden Obama pada saat pertemuan selesai dilakukan. "Presiden Jokowi diundang untuk berjalan di lorong rose garden sampai ke tempat kediaman Presiden Obama," kata Menlu.

Dari kediaman, Presiden Obama mengajak Presiden Jokowi masuk ke lorong yang menghubungkan antara kediaman Presiden Obama ke Oval Office dan Presiden Obama sendiri yang mengantar ke depan pintu, sebelum masuk ke mobil. "Hal yang menarik menunjukkan kedekatan terhadap Indonesia," kata Menlu.

Dengan perlakuan khusus semacam ini, menurut pengamatan Menlu, dimana seorang Kepala Negara diajak masuk ke dalam residen Presiden Obama, tidak pernah diberikan kepada kepala negara lain.

"Menunjukkan kedekatan Presiden Obama dan harapan Amerika untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia untuk meniptakan kerjasama strategis dengan Indonesia dan mengharapkan Indonesia dapat terus memainkan peran yang penting dan signifikan di ASEAN," pungkas Menlu.

Seperti diketahui, presiden memutuskan untuk pulang lebih awal dari agenda lima hari kunjungan kenegaraan selama di Amerika Serikat demi meninjau langsung penanganan kabut asap yang kian mengkhawatirkan di Sumatera dan Kalimantan.

Namun sebelum pulang ke Indonesia, Jokowi juga telah menugaskan Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf untuk menemui para bos besar teknologi di SiliconΒ Valley.

Dalam kunjungannya ke Silicon Valley, selain dihadiri oleh keempat petinggi negara tersebut, ikut hadir juga para bos startup teknologi ternama asal Indonesia seperti Nadiem Makarim, Ferry Unardi, William Tanuwijaya, Andrew Darwis, dan Emirsyah Satar. Selain itu, ada juga pegiat inkubator dan investor seperti Yansen Kamto dan Donald Wihardja.

Mereka dibawa untuk menunjukkan kepada para komunitas teknologi di Silicon Valley bahwa Indonesia juga punya startup unicorn dengan valuasi di atas USD 1 miliar dan berniat menjadi jawara ekonomi digital di Asia Pasifik dengan cara menumbuhkan seribu digital entrepreneur yang memiliki total valuasi USD 10 miliar atau hampir Rp 150 triliun.

Agenda ini semula akan ikut dihadiri oleh Jokowi. Namun sayangnya, presiden memutuskan untuk batal dan meminta kepada Rudiantara dan sejumlah menteri lainnya agar terus melanjutkan misi mereka di kawasan West Coast.

"Tentunya beberapa mitra dan diaspora Silicon Valley ingin bertemu presiden secara pribadi. Namun dengan empat anggota kabinet ke San Francisco tidak akan mengubah substansi yang akan dibahas," kata Rudiantara kepada detikINET, Selasa (27/10/2015).

Presiden Jokowi semula dijadwalkan berkunjung ke inkubator Plug and Play dan bertemu dengan para fund manager dan sejumlah venture capital besar seperti Sequoia Capital, Accel, Kliener, Perkins Caufield Briers, Tiger Global, Andreessen Horowitz dan Coatue Management.

Selain itu, ada juga agenda bertemu dengan para diaspora Indonesia dan komunitas Silicon Valley untuk meresmikan Palapa Ventures Capital untuk mendapatkan investasi bagi para startup teknologi.

Rudiantara dan para menteri lainnya juga akan mewakili presiden dalam pertemuan dengan CEO Microsoft Satya Nadella dan makan malam dengan CEO Apple Tim Cook. Selain itu, rombongan Menkominfo dkk juga akan mewakili Jokowi berkunjung kantor pusat Facebook dan Google.

Di Googleplex, Jokowi semula akan membicarakan proyek balon internet Google dalam Project Loon agar bisa dibawa ke Indonesia. Rencananya, uji coba ini akan menggandeng tiga operator seluler yang beroperasi di frekuensi 900 MHz, yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Di sela agenda itu, Presiden Jokowi juga sempat dijadwalkan untuk mengunjungi museum sejarah komputer, serta berkunjung ke kantor Marvell Technology Group (MTG) yang merupakan salah satu perusahaan teknologi tersukses dunia yang didirikan oleh keturunan Indonesia, Sehat Sutardja.

"Berkaitan kerjasama teknologi informasi dan ekonomi kreatif, saya tugaskan Menkominfo, Mendag, Kepala BKPM, Kepala Badan Ekonomi Kreatif meneruskan ke West Coast untuk bertemu dengan CEO di sana," jelas Jokowi di Blair House, Washington DC.

(rou/rou)






Hide Ads