Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bos Uber Kecam WeChat

Bos Uber Kecam WeChat


Rachmatunisa - detikInet

(ilustrasi/Getty Images)
Jakarta -

CEO Uber Travis Kalanick memprotes keras layanan messaging asal China WeChat. Dia menuding WeChat memblokir semua hal terkait layanannya.

Kalanick pun mengklaim, pemberitaan positif mengenai Uber sengaja disensor di platform WeChat. Sebaliknya, pemberitaan negatif justru dipromosikan agar dibaca para pengguna WeChat.

Tudingan ini menyusul pengumuman Uber yang menyebutkan China menguasai sekitar 30% perjalanan Uber seluruh dunia. Chengdu menjadi kota yang memiliki catatan perjalanan Uber terbanyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut klaim Kalanick, seperti dilansir Telegraph, Kamis (22/10/2015), setelah pernyataan tersebut akun resmi Uber di WeChat diblokir. Kemudian, pemberitaan terkait dengan Uber yang dibagi di WeChat Moments stream diblokir.

Tudingan Kalanick bukan tanpa alasan. Pemilik WeChat punya investasi cukup besar di Didi Kuaidi yang merupakan rival Uber. Agaknya dugaan ini yang meyakinkan Kalanick kalau tudingannya benar.

Merespons protes keras dari bos Uber, juru bicara WeChat mengklaim bahwa semua hal yang dilaporkan Kalanick bukan sebuah kesengajaan, melainkan kesalahan teknis.

(rns/ash)







Hide Ads