Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cerita Startup
Asisten Digital Agar Gak Tua di Jalanan Jakarta
Cerita Startup

Asisten Digital Agar Gak Tua di Jalanan Jakarta


Ardhi Suryadhi - detikInet

CEO YesBoss Irzan Raditya. (dokpribadi)
Jakarta - Ide membuat startup bisa datang dari mana saja. Termasuk dari keriuhan dan keruwetan yang sehari-hari ditemui di kota Jakarta. Ini salah satu contohnya sehingga lahir asisten pribadi virtual.

Adalah YesBoss, layanan asisten pribadi virtual via SMS yang melihat hectic-nya Jakarta bisa menciptakan peluang tersendiri. YesBoss merupakan startup yang didirikan oleh Irzan Raditya (CEO), Christian Franke (Chief Operation Officer), Wahyu Wrehasnaya (Chief Customer Officer) serta Reynir Fauzan (Chief Marketing Officer).

Irzan bercerita, kelahiran YesBoss sebetulnya dimulai dengan background dirinya yang selama 13 tahun menjadi musisi -- 8 tahun di Indonesia dan 5 tahun di Jerman -- bersama band Not Called Jinx (2009-2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama 13 tahun saya terbiasa memiliki karya, baik itu lagu, lirik, artwork yang kemudian menjadi album, merchandise, dan lain-lain. Karya itu tidak hanya menjadi suatu kebanggaan tetapi juga sering saya mendapat tanggapan dari para pendengar/fans band saya bahwa lagu-lagu yang kami buat menjadi penyemangat hari-hari mereka, berangkat dari situ saya memiliki tekad untuk membuat karya yang impactful, karya yang bermanfaat bagi orang banyak," ungkapnya saat berkorespondensi dengan detikINET.
Β 
Kemudian berbekal passion dan pengetahuan yang dimiliknya, lulusan Computer Science Universitas HTW Berlin, Jerman ini ingin membuat sesuatu yang bermanfaat untuk dibawa ke Indonesia. Ditambah lagi, Irzan sebelumnya juga punya pengalaman kerja di dunia startup Eropa selama beberapa tahun.

"Saya ingin bisa mengkontribusikan ilmu yang saya sudah pelajari di Eropa dan membawanya ke Tanah Air untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sebelumnya juga saya sudah beberapa kali mendirikan startup (Cape & Fly, STYYLI - bersama Reynir, Rumah Diaspora - bersama Wahyu)," lanjut pria yang masih tinggal di Berlin, Jerman ini.

Irzan secara pribadi memiliki prinsip a tap for a help. Artinya, teknologi hadir untuk mempermudah kehidupan manusia sehari-hari. Apalagi ketika ia pulang ke Indonesia akhir tahun 2014 lalu dan merasakan hectic-nya ibukota. Sibuknya kegiatan dan sempitnya waktu, Irzan merasakan perlunya solusi dalam bentuk teknologi untuk memecahkan masalah ini.

"Sampai akhirnya dari masalah yang saya rasakan dan maraknya tren global conversational commerce, lahirlah ide yang solid yaitu YesBoss sebuah layanan asisten pribadi virtual melalui SMS, yang diluncurkan pada bulan Juni 2015," tegasnya.

Dengan YesBoss, Irzan dan rekan-rekannya memiliki filosofi bahwa waktu itu sangat berharga, makanya 'Your Time Matters' dipakai sebagai slogannya.

"Kami hadir untuk membantu para pengguna melakukan apa saja, sehingga mereka dapat lebih menikmati waktu mereka untuk hal-hal yang berharga. Seperti menghabiskan waktu dengan keluarga, pasangan, pekerjaan, hobi, dan lain-lain".

"Hidup di Jerman dimana kultur masyarakatnya sangat tepat waktu dan efisien dalam melakukan berbagai hal, membuat saja belajar bahwa waktu itu sama berharganya dengan uang. Di situlah YesBoss hadir untuk membantu sekaligus dan mengingatkan bahwa betapa berharganya waktu yang kita miliki," Irzan menandaskan.

(ash/ash)





Hide Ads