Tak tanggung-tanggung, wanita 27 tahun asal Semarang ini mampu meraup omzet ratusan juta per bulan dari bisnis batu akik dan monelnya. Yang lebih hebat lagi, meski sibuk berbisnis, Mustika tetap mampu mengurus keluarga.
Mustika merupakan salah satu tokoh sukses dalam serial tak berujung di dunia bisnis online yang coba direkam oleh Tokopedia. Bersamaan dengan hari kemerdekaan ke-70 Indonesia, Tokopedia sendiri sudah genap berusia 6 tahun. Mereka pun meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, kreatif, gigih dan memiliki jiwa bisnis yang sudah mendarah daging.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Mustika, ada pula cerita Dina, 38 tahun, di kota Malang yang memberanikan diri untuk mundur dari pekerjaan kantoran dan membangun bisnis wall sticker, dan kini pendapatannya meningkat 11 kali lipat lebih tinggi dibanding saat masih menjadi karyawan.
Di Bogor, Rizki yang berumur 27 tahun, sempat bekerja serabutan menjadi pengamen dan pemulung di masa sekolahnya. Ia mencoba mendaftar ke berbagai perusahaan, tetapi ditolak di mana-mana, sampai akhirnya mengenal kerajinan tangan dari clay dan memutuskan untuk membangun bisnis di bidang tersebut. Dirinya sempat membuat heboh media sosial dengan salah satu produknya, yaitu gantungan kunci 'anti begal'.
Memang, bisnis online banyak bersaing para pedagang. Tak sedikit yang kalah bersaing, namun banyak pula yang sukses menangguk kesuksesan. Menurut Tokopedia, benang merahnya di sini adalah keberanian untuk bermimpi dan kegigihan untuk bekerja.
Tokopedia yakin bahwa para pemilik UMKM online ini akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa yang akan datang, serta menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru di tengah kondisi perekonomian yang sedang melemah.
Berdasarkan kepercayaan tersebut dan ulang tahun ke-6 ini Tokopedia meluncurkan kampanye 'Ciptakan Peluangmu'. Tokopedia akan mengajak para merchant mereka untuk berbagi pengalaman, ilmu dan keterampilan melalui kegiatan roadshow ke berbagai kota di Indonesia, sehingga bisa lahir lebih banyak bisnis-bisnis kecil baru lainnya yang mampu membawa dampak positif bagi diri mereka sendiri serta lingkungan sekitar mereka.
βKetika memulai Tokopedia, kami mengalami sendiri sulitnya mendapatkan kepercayaan saat memulai bisnis baru tanpa modal kredibilitas dari track record masa lalu. Kami sempat ditolak di mana-mana, namun kami yakin walau masa lalu tidak lagi bisa diubah, masa depan ada di tangan kita sendiri," lanjut William.
"Dari pengalaman inilah, kami berkomitmen untuk meruntuhkan tembok-tembok penghalang bagi masyarakat Indonesia yang ingin memulai bisnis dengan cara menyediakan platform marketplace yang gratis dan bisa digunakan oleh siapa saja untuk menciptakan peluang mereka,β tutupnya.
(ash/asj)