Informasi ini dibeberkan oleh jaksa wilayah kota San Fransisco dan Los Angeles. Kedua badan hukum ini mengatakan telah memegang daftar 25 pengemudi Uber yang ternyata memiliki background kriminal, beberapa di antaranya juga diketahui pakai SIM palsu.
Daftar tindakan kriminal yang dilakukan pun bermacam-macam, mulai dari penodongan, pelecehan seksual, sampai perampasan hak milik. Namun Uber tak tinggal diam, penyedia layanan transportasi ini dengan cepat merespon laporan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang sejauh ini belum ada informasi dari Uber apakah akan memperketat prosedur background check terhadap calon pengemudinya. Karena bukan tak mungkin bakal lebih banyak lagi pengemudi dengan background buruk yang berpotensi memanfaatkan layanan ini untuk menjalankan aksi jahatnya.
(yud/fyk)