Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Takut Diserang ISIS, Harta Tak Ternilai Irak Didigitalisasi

Takut Diserang ISIS, Harta Tak Ternilai Irak Didigitalisasi


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Selain menyerang warga sipil, ISIS kerap menghancurkan warisan sejarah dan budaya, termasuk buku dan manuskrip penting. Kondisi tersebut membuat pemerintah Irak berniat mendigitalkan koleksi penting perpustakaan nasional (Perpusnas).

Kepala Departemen Microfilm Perpusnas Baghdad, Mazin Ibrahim Ismail, mengatakan proses digitalisasi dokumen tidak tersedia segera untuk umum. Melainkan untuk memastikan semua koleksi tersebut tetap bertahan dari segala ancaman di masa depan.

Saking pentingnya, warisan sejarah dan budaya tersebut kerap dianggap sebagai harta karun tak ternilai. Sehingga sangat layak untuk dijaga keberadaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total ada 400 ribu halaman yang akan didigitalkan. Saat ini Perpusnas Baghdad baru memulai uji coba proses digitalisasi. Mereka coba mengerjakan dokumen dari Kementerian Dalam Negeri era Faisal II yang memerintah dari 1939 hingga 1958. Selanjutnya akan coba mendigitalkan dokumen tua dari era Ottoman sekitar 200-250 tahun lalu.

"Setelah selesai merestorasi dokumen tua dari era Ottoman. Kami akan mulai memotret mereka ke mikrofilm," ujar Ismail seperti dikutip dari Center Daily, Rabu (5/8/2015).

Proses restorasi dokumen sendiri bukan perkara mudah. Apalagi bila usianya telah mencapai ratusan tahun, seperti dokumen dari Ottoman tadi. Dikatakan oleh Fatma Khudar, pegawai senior bagian restorasi, prosesnya memeperlukan penanganan khusus.

"Kami melakukan penguapan menggunakan alat khusus unuk memisahkan halaman yang menempel.Terkadang kami menerapkan metode yang berbeda-beda pada setiap suatu halaman di sebuah buku," ujarnya.

(ash/ash)







Hide Ads