Bahaya di sini bukan terkait kecelakaan, melainkan potensi gangguan privasi. Mobil otomatis ini, yang terkoneksi internet dan mengandalkan berbagai software, dipastikan mengumpulkan data tentang kebiasaan pengguna dan kendaraannya.
"Mobil tersebut saat ini ibaratnya adalah ruang tamu kedua bagi seseorang. Tempat itu privat. Satu-satunya orang yang perlu mengakses data di sana adalah konsumen," kata CEO Audi, Rupert Stadler seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (10/6/2015).
Audi yang adalah anak perusahaan Volkswagen, meyakinkan bahwa menjaga privasi data konsumen adalah prioritas penting. Memang, informasi seperti lokasi dan kecepatan sebuah mobil bisa dimanfaatkan para pengiklan untuk tujuan komersial.
Sampai saat ini, belum ada regulasi yang jelas soal mobil otomatis. Produsen mobil asal Jerman termasuk Audi sedang coba melobi regulator agar privasi pengemudi dijaga sehingga mereka tidak merasa dimanfaatkan.
"Konsumen ingin menjadi fokus dalam perkembangan ini dan mereka tidak ingin dieksploitasi," tambah Stadler.
Audi sendiri sudah coba mengembangkan mobil otomatis. Bersama Mercedes dan BMW, mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli aplikasi peta yang dikembangkan Nokia, Here. (fyk/rns)