Dalam hasil pencarian foto 'top 10 criminals', Narendra Modi tampil bersama beberapa gangster papan atas, diktator sampai para pembunuh. Kejadian ini sempat jadi bahan perbincangan di India.
Google pun menyatakan memang ada kesalahan dalam sistem pencariannya. Mereka berjanji akan memperbaikinya.
"Hasil pencarian itu bukan opini Google. Kami meminta maaf jika muncul kebingungan dan kesalahpahaman yang ditimbulkannya. Kami terus bekerja untuk meningkatkan algoritma kami untuk mencegah hasil tidak diharapkan seperti ini," demikian pernyataan Google yang dikutip detikINET dari Guardian, Jumat (5/6/2015).
Hasil pencarian memang dilakukan secara otomatis dengan algoritma tertentu yang dibuat Google. Meski teknologinya sudah canggih, terkadang ada juga kesalahan dan hasil pencarian tidak selalu tepat.
Dalam kasus Modi, rupanya ada beberapa berita mengenai Perdana Menteri India itu saat berkomentar soal politisi yang punya latar belakang kriminal. Itulah yang mungkin menyebabkan fotonya ikut muncul dalam daftar pencarian penjahat di Google.
(fyk/rou)