Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berharta Rp 101 Triliun, 'Iron Man' Rela Gak Gajian

Berharta Rp 101 Triliun, 'Iron Man' Rela Gak Gajian


- detikInet

Talulah Riley dan Elon Musk (gettyimages)
Jakarta - Menjadi pendiri dan pemilik saham di perusahaan membuat Elon Musk rela bekerja tanpa gaji. Pria yang menjadi Chief Executive Officer (CEO) Tesla, produsen mobil listrik ini tidak digaji selama 2014 lalu.

Dalam laporannya ke regulator pasar modal seperti dilansir dari CNN, Senin (27/4/2015), Tesla menyampaikan data gaji untuk Musk di 2014 adalah USD 35.360. Jumlah ini bahkan hanya setengah dari harga mobil Tesla.

Pada kenyataannya, Musk tidak pernah menerima gaji tersebut, bonus dan saham pun tidak dia dapat juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musk merupakan seorang miliuner yang memulai usaha sendiri. Selain mobil listrik, Tesla sekarang juga memiliki perusahaan pembuat roket bernama SpaceX. Musk memegang 35,3 juta saham Tesla. Bahkan, lantaran 'kegilaannya' dengan dunia teknologi dan kehidupan glamornya, Musk dikerap dianggap sebagai Iron Man di dunia nyata.

Jumlah saham Tesla yang dipegang Musk mencapai USD 7,8 miliar atau sekitar Rp 101,4 triliun. Kekayaan Musk meningkat USD 2,6 miliar tahun lalu, akibat nilai saham Tesla naik hampir 50%. Saat ini Tesla bernilai USD 27,6 miliar atau sekitar Rp 358,8 triliun.

Selain Tesla, Musk memiliki sumber penghasilan dari SpaceX dan perusahaan energi SolarCity. Musk menjadi Chairman di SolarCity dan memegang 21% saham.

Meski Musk tidak digaji, namun Direktur Keuangan Tesla, Deepak Ahuja memiliki penghasilan besar. Penghasilan Ahuja tahun lalu mencapai USD 3,8 juta atau sekitar Rp 49 miliar. Sementara Direktur Teknologi, Jeffrey Straubel mendapat penghasilan USD 17,1 juta atau sekitar Rp 222 miliar tahun lalu.

Tahun lalu, Tesla memproduksi 35.000 mobil listrik dengan penjualan USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,3 triliun. Penjualan ini naik 44% dari tahun sebelumnya.

Masa depan perusahaan ini sangat bagus, Musk memperkirakan Tesla bakal bernilai USD 700 miliar atau sekitar Rp 9.100 triliun di 2025.

(dnl/ash)




Hide Ads