Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Microsoft Berencana Rekrut Pegawai dengan Autisme

Microsoft Berencana Rekrut Pegawai dengan Autisme


- detikInet

(ilustrasi/GettyImages)
Jakarta -

Microsoft berencana membuka lowongan pekerjaan baru. Menariknya, lowongan yang dibuka Microsoft kali ini istimewa, karena diperuntukkan bagi kandidat dengan autisme.

Bekerjasama dengan perusahaan pencarian SDM (sumber daya manusia) Specialisterne, Microsoft akan melatih dan menemukan posisi yang pas bagi orang-orang yang didiagnosa memiliki spektrum autisme.

Dilansir CBS News, Rabu (8/4/2015), program ini akan dimulai Mei mendatang, dengan 10 posisi yang akan bekerja secara full time di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Microsoft lebih tangguh ketika kami memperluas kesempatan dan kami punya tenaga kerja dengan keahlian berbeda-beda, yang mewakili konsumen kami," kata Mary Ellen Smith, Corporate Vice President Operation di Microsoft.

Orang-orang yang didiagnosa autisme kerap terpinggirkan dan hanya sedikit tempat mereka mengaktualisasikan diri. Padahal, dengan bimbingan dan tempat yang mendukung, orang-orang autisme ini punya keistimewaan yang tidak dimiliki orang normal.

Misalnya Aaron Michael Cohen. Dia didiagnosa mengalami autisme sejak masih kecil. Namun dengan bimbingan dan didikan yang tepat, autismenya ini memberikannya keahlian khusus.

"Saya pintar dalam Matematika dan punya kemampuan bagus dalam mengenali pola," sebutnya.

Kemampuan ini sangat berguna untuk pekerjaannya. Kini, di usianya yang ke-27, Cohen menjadi analis data di sebuah perusahaan IT dan bertanggung jawab mengawasi pola tak beraturan yang mengindikasikan adanya masalah pada komputer di perusahaan tersebut.

Nah, jenis kemampuan seperti Cohen ini sangat populer di dunia teknologi. Jadi tak heran kalau Microsoft berusaha merangkul komunitas autisme untuk bekerja di perusahaan mereka.

Ini bukan pertama kali Microsoft berupaya mendekati orang-orang dengan autisme. Di 2001, raksasa software ini memperluas program CSR (Coorporate Service Responsibility) mereka dengan mengadakan terapi untuk anak-anak autisme.

Microsoft juga mengedukasi karyawan dengan gangguan spektrum autisme dan mengadakan event hackathon khusus untuk membantu mereka mengembangkan ide membuat tool teknologi bagi pengguna autisme.

(rns/fyk)







Hide Ads