Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gawat! Rahasia Chip 2nm TSMC Diduga Bocor ke Tangan Intel

Gawat! Rahasia Chip 2nm TSMC Diduga Bocor ke Tangan Intel


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi TSMC
Gawat! Rahasia Chip 2nm TSMC Diduga Bocor ke Tangan Intel Foto: Dok. TSMC
Jakarta -

Dokumen rahasia teknologi chip canggih milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dilaporkan ditemukan di rumah seorang mantan eksekutif senior perusahaan tersebut yang kini bergabung dengan Intel. Temuan ini memicu kekhawatiran serius soal potensi kebocoran teknologi strategis, khususnya pengembangan chip 2 nanometer (2nm) yang menjadi kunci persaingan masa depan industri.

Kasus ini mencuat tak lama setelah media mengungkap perpindahan seorang figur kunci TSMC ke Intel. Kepergian tersebut sejak awal memantik alarm internal, mengingat posisi dan aksesnya terhadap informasi teknologi yang sangat sensitif. Bagi TSMC, risiko kebocoran bukan sekadar isu internal perusahaan, melainkan ancaman terhadap keunggulan kompetitif yang telah dibangun bertahun-tahun.

Orang yang dimaksud adalah Dr. Wei-Jen Lo, yang saat ini menduduki posisi penting di Intel. Selama di TSMC, Lo bertanggung jawab atas integrasi teknologi Extreme Ultraviolet (EUV) ke dalam proses manufaktur semikonduktor. Ia juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi 2nm, yang menjadikannya aset berharga di industri ini. Peranannya yang krusial membuat kepergiannya menjadi sorotan utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media Taiwan Liberty Times, aparat setempat telah meluncurkan penyelidikan mendalam. Dalam proses tersebut, otoritas menyita berbagai barang dari rumah Lo, mulai dari komputer, USB drive, hingga sejumlah kotak berisi dokumen fisik. Sebagian dokumen disebut memuat informasi rahasia terkait proses manufaktur chip canggih TSMC yang masih berada dalam tahap pengembangan.

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa dokumen-dokumen tersebut dibawa keluar tanpa izin resmi. Jika terbukti, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum perlindungan rahasia dagang Taiwan dan bahkan dapat bersinggungan dengan Undang-Undang Keamanan Nasional, mengingat posisi strategis industri semikonduktor bagi perekonomian dan keamanan negara.

TSMC sendiri disebut telah mengajukan gugatan terhadap mantan petingginya itu. Dalam dokumen gugatan, perusahaan menegaskan kekhawatiran bahwa perpindahan Lo ke Intel dapat membuka celah bocornya rahasia dagang bernilai tinggi. Kebocoran semacam ini, jika terjadi, dinilai bisa memberikan keuntungan tidak adil bagi pesaing di tengah persaingan ketat penguasaan teknologi chip generasi terbaru.

Dr. Wei-Jen Lo di sebelah kanan  Dr. Wei-Jen Lo di sebelah kanan Foto: Tech Taiwan

Dari kubu Intel, CEO Lip-Bu Tan menegaskan bahwa perusahaannya menghormati sepenuhnya hak kekayaan intelektual para pesaing. Intel menyatakan tidak memiliki niat maupun kebutuhan untuk menggunakan teknologi milik TSMC secara ilegal. Fokus perusahaan, menurut pernyataan resmi, tetap pada pengembangan teknologi internal dan kepatuhan terhadap aturan IP global.

Meski demikian, sejumlah analis menilai perekrutan mantan eksekutif TSMC tetap memberi nilai strategis bagi Intel. Bukan semata soal teknologi, tetapi juga jaringan, pemahaman industri, dan reputasi yang dapat membantu Intel menarik lebih banyak perusahaan desain chip (fabless), terutama di segmen pengemasan chip canggih.

Intel menegaskan bahwa kehadiran Lo bertujuan memperkuat bisnis manufakturnya secara legal dan transparan, bukan meniru atau "membajak" teknologi pesaing. Namun, di tengah panasnya persaingan global chip, kasus ini menjadi pengingat betapa krusialnya perlindungan rahasia dagang di era teknologi mutakhir.

Hingga kini, penyelidikan oleh otoritas Taiwan masih berlangsung. Dunia teknologi menanti hasil akhirnya, karena apa pun kesimpulannya, kasus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam perang teknologi semikonduktor global, demikian dilansir dari Wccftech.




(afr/afr)







Hide Ads