Begitu banyaknya password yang harus diingat terkadang malah membuat kita pusing sendiri. Namun penderitaan tersebut akan segera berakhir. Intel dan Qualcomm tengah membuat sistem keamanan biometrik baru.
Dua perusahaan semikonduktor ternama ini memperkenalkan produk yang menggunakan data biometrik untuk keamanan di Mobile World Congress 2015, Barcelona, Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qualcomm mengembangakan teknologi sensor berbasis sonar yang dapat membaca sidik jari dari permukaan kaca, plastik dan metal. Sehingga sensor ini dapat ditempatkan di smartphone.
Hebatnya lagi sonar tersebut dapat membaca hingga ke dalam lapisan kulit. Jadi tidak menjadi masalah mau bagian pinggiran atau tengah sidik jari yang menempel di sensor.
βAnda tidak bisa (lagi) menggunakan lem untuk membuat sidik jari bohongan,β kata Tim McDonough, Vice President for Product Marketing Qualcomm seperti detikINET kutip New York Times, Rabu (4/3/2015).
βNantinya Anda akan melihat teknologi (biometrik) ini di jam, mobil, perangkat game, set top boxes, notebook hingga tablet,β lanjutnya.
Intel sendiri membesut teknologi biometrik bernama True Key. Sejatinya teknologi ini sudah diumumkan tahun lalu. Teknologi ini menggunakan perangkat kamera untuk memindai wajah.
Melihat kesiapan, nampaknya teknologi Intel akan lebih dulu melenggang ke pasaran dibanding Qoalcomm. Pasalnya, teknologi yang dikembangkan Qualcomm ingin fungsi fingerprint tidak hanya menggantikan password.
Namun, sensor di dalamnya dapat dioperasikan secara mandiri oleh sistem operasi. Sehingga dapat ditanamkan di hardware ponsel agar keamanan tidak mudah dibobol.
(rou/rou)