The Imitation Game: Kisah Pria Jenius yang Menjinakkan Jerman

The Imitation Game: Kisah Pria Jenius yang Menjinakkan Jerman

- detikInet
Kamis, 05 Feb 2015 13:05 WIB
The Imitation Game
Jakarta -

The Imitation Game sedang tayang di berbagai bioskop seluruh Indonesia. Mengisahkan bagaimana seorang pria turut menentukan jalannya sebuah perang paling terkenal sepanjang sejarah, berbekal mesin canggih yang diciptakannya.

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata Alan Turing, sosok lelaki jenius yang banyak disebut sebagai perintis mesin komputer modern. Berkat otak encernya, Inggris berhasil menjinakkan Jerman di Perang Dunia II.

The Imitation Game layak disaksikan atau bahkan sayang kalau dilewatkan. Ceritanya solid, penampilan aktornya memukau dan seperti diketahui, cerita yang disutradarai Norten Tyldum ini dinominasikan dalam 8 kategori di ajang penghargaan film paling bergengsi, Piala Oscar.

Alan Turing diperankan oleh Benedict Cumberbatch, aktor watak asal Inggris. Settingnya pada masa Perang Dunia II. Kala itu, Jerman berada di atas angin. Pasukan Nazi memang sangat kuat dan telah mengalahkan negara-negara besar di Eropa daratan.

Inggris pun boleh dibilang tinggal sendirian di Eropa menghadapi Jerman. Dan mereka kewalahan. Bukan hanya karena pasukan Jerman tangguh, tapi ada satu senjata lagi yang membuat mereka sangat sukar dikalahkan. Namanya adalah mesin Enigma.

Mesin Enigma ini membuat Inggris dan sekutunya pusing tujuh keliling. Soalnya pesan dari petinggi Jerman yang didistribusikan mesin ini punya sandi yang sangat sukar dibongkar. Jadi Inggris selalu terlambat mengetahui apa yang akan dilakukan militer Jerman. Korban pun terus berjatuhan karena serangan tak terduga dari Jerman.

Maka Inggris mengumpulkan beberapa ahli pemecah sandi paling top kala itu untuk menjinakkan Enigma. Salah satunya adalah Alan Turing. Turing dikenal sebagai pria yang sangat pintar dan menempuh pendidikan di Cambridge University.

Turing sangat yakin bisa menciptakan mesin untuk memecahkan sandi Enigma. Tapi banyak halangan menghadangnya. Pembawaanya yang penyendiri, sukar bersosialisasi sekaligus agak sombong membuatnya kurang bisa diterima oleh rekan setim.

Kisah Turing menciptakan mesin untuk menaklukkan Enigma diceritakan mengalir dan mengharu biru di film ini. Terutama karena sosoknya yang eksentrik serta kisah cintanya yang tak biasa, yang berhasil dibawakan dengan sempurna oleh Cumberbatch.

Ternyata Perang Dunia II tidak hanya ditentukan oleh para tentara yang bertempur habis-habisan di medan laga. Namun juga oleh sosok seperti Turing yang karena otaknya begitu cerdas, berkontribusi besar terhadap kekalahan Jerman di Perang Dunia II.

Turing sendiri di dunia nyata meninggal dunia pada umur relatif muda, 41 tahun. Sayang, jasanya yang besar tidak banyak diketahui karena terkait rahasia negara. Puluhan tahun setelah ia meninggal, akhirnya pemerintah Inggris membuka informasi mengenai kepahlawanan Turing dan menganugerahinya berbagai penghargaan tertinggi.

Di kalangan ilmuwan, Turing dianggap sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu komputer. Mesin Turing yang digagasnya, dianggap sebagai rintisan komputer modern. Ia pun disebut sebagai bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan.

(fyk/ash)