Apapun yang berlebihan pasti tak bagus juga. Termasuk bermain media sosial, meski banyak hal positif yang bisa kita lakukan di sini, tetapi jika berlebihan, media sosial justru bisa merebut hidup Anda.
Seorang wanita bernama Natalie Trice telah mengalami hal ini. Dalam pengakuannya seperti dikutip dari Herald Sun, Natalie tak bisa melewati hari tanpa berinteraksi di media sosial, walau itu hanya 10 menit sekalipun.
Akibatnya, wanita berumur 40 tahun itu kerap bertengkar dengan suaminya gara-gara terlalu asyik bermain media sosial. "Suami saya sampai jengkel dan bahkan kerap berkomentar bahwa seolah-olah saya tidak ada," ujar Natalie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jarang, ibu dengan dua anak ini menyela acara keluarga -- baik itu ketika makan malam bersama suami di restoran atau acara ulang tahun anaknya -- dengan berfoto dan mempostingnya di Facebook. "Tapi aku lebih sering posting kelucuan dari anak-anak atau keindahan taman," kata Natalie coba membela diri.
"Berinteraksi dengan teman dan orang asing di media sosial adalah bagian dari hidup saya," tambah wanita yang sudah bergabung dengan Facebook dan Twitter sejak tahun 2009.
Pun begitu, ia terkadang mendapat ejekan dari teman-temannya karena terlalu sering memposting. "Seseorang pernah menulis di wall Facebook saya seperti 'Kamu posting delapan kali sehari. Apakah kamu bosan?'. Itu sangat menyakitkan," Natalie menuturkan.
Sebagai kalangan yang sangat aktif di media sosial, Natalie juga sering melakukan live tweet ketika sedang menonton TV bersama suaminya. Untuk takaran orang yang sering berinteraksi di media sosial semacam Twiiter, follower Natalie sejatinya cukup banyak. Dengan berkicau setiap hari, ia punya sekitar 2.500 pengikut. Sedangkan di Facebook punya 550 teman.
Ironisnya, pada kenyataannya ia tak punya banyak teman di dunia nyata. Dari 550 teman di Facebook tadi, hanya 6 di antaranya yang menjadi teman baik di dunia nyata. "Mencari teman secara online lebih mudah ketimbang di dunia nyata," paparnya.
Natalie memang sangat kecanduan dengan media sosial. Bahkan ia mengaku sangat benci jika hidup tanpa media sosial. Hal itu dikatakan bagai tinggal di rumah orangtua yang membosankan. "Dengan media sosial saya merasa punya suara dan pendengar yang sesungguhnya," pungkasnya.
(ash/ash)