Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Derita Sony: Server Dibobol, Karyawan Kembali ke Zaman Kertas

Derita Sony: Server Dibobol, Karyawan Kembali ke Zaman Kertas


- detikInet

Jakarta - Hacker berjuluk Guardians of Peace atau #GOP baru-baru ini membobol server milik Sony Pictures. Dalam aksi yang kabarnya juga melibatkan 'orang dalam' ini sejumlah data penting diklaim berhasil dicuri oleh peretas itu.

Bahkan, ada lima film yang belum dirilis secara resmi pun turut bocor ke jagat dunia maya. Berikut kronologis kejadian tersebut, yang disarikan detikINET dari sejumlah sumber.

1. Sony Kembali Ke Zaman Kertas

Sony pertama menyadari bahwa sistem jaringannya diserang oleh #GOP Senin (24/11/2014) lalu, seperti yang dikutip detikINET dari Business Insider. Saat itu Sony langsung melarang karyawannya menggunakan komputer kantor.

Bahkan untuk beberapa waktu, sejumlah karyawan Sony terpaksa menggunakan pena dan kertas untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Satu-satunya komputer yang masih boleh dinyalakan adalah sebuah Mac di kantor Sony Pictures di London. Komputer itu hanya digunakan untuk mengedit video, dan tak pernah terhubung dengan internet.

Sony Pictures pun akhirnya memulangkan karyawannya, dan meminta mereka untuk bekerja dari rumahnya masing-masing. Mereka dilarang untuk mengakses jaringan milik Sony, pun membuka email perusahaan.

2. Bayar Tebusan atau Data Kami Bocorkan!

Aksi peretasan ini tak sekadar pencurian data-data dari sistem komputer milik si korban. Melainkan, #GOP mengambil alih kontrol terhadap sistem komputer internal milik Sony.

Salah satu kelakuan #GOP adalah memasang poster bikinannya di tiap komputer Sony. Dalam poster yang dipajang itu #GOP mengancam Sony akan mempublikasikan data-data penting apabila perusahaan asal Jepang itu tak mengabulkan tuntutan peretas hingga Selasa (24/11/2014) pukul 11:00 GMT.

Namun hingga kini tak ada yang menyebutkan tuntutan yang diajukan oleh si peretas tersebut.

#GOP juga membajak akun yang digunakan oleh Sony untuk mempromosikan filmnya di Twitter. Akun yang dibajak itu sebelumnya digunakan untuk mempromosikan film 'Starship Trooper'.

Menggunakan akun tersebut, #GOP mencuitkan sejumlah twit yang menyerang Michael Lynton, CEO Sony Pictures.

"Kamu, Michael Lynton dan para kriminal yang lain akan masuk neraka. Tak seorang pun bisa menolongmu," kicau #GOP dalam akun itu.

3. Ada Bantuan Orang Dalam

Si peretas mengklaim bahwa mereka telah mengambil data internal yang sensitif dari server Sony. Belakangan, muncul sebuah email yang diperkirakan dikirim oleh #GOP.

Pengirim email mengaku bernama 'Lena', dan ia menjelaskan bagaimana mereka bisa meretas server tersebut.

"Sony tak mengunci pintu mereka, secara fisik, jadi kami bekerjasama dengan staf lain yang mempunyai tujuan sama agar bisa masuk," tulis Lena.

Ia menolak untuk mengungkap identitas anggota lain dari kelompoknya itu karena alasan keamanan.

Ada juga yang menyebutkan bahwa serangan ini melibatkan 'orang dalam' Sony, seperti yang dikutip detikINET dari The Verge, Senin (1/12/2014).

4. Informasi Rahasia Muncul di Reddit

Ars Technica, Senin (1/12/2014), melansir sejumlah data yang dicuri oleh #GOP dari server milik Sony. Berikut adalah beberapa hal menarik dari daftar tersebut.

-. File paspor digital dan dokumen visa milik sejumlah artis seperti Angelina Jolie, Cameron Diaz, dan sejumlah nama terkenal lainnya.
-. Sekitar 700 dokumen yang mempunyai password.
-. 179 arsip pesan elektronik milik eksekutif Sony dan staf IT.
-. Berkas perencanaan budget film.
-. Dokumen kesehatan milik Cameron Diaz.

Selain itu, #GOP juga mengklaim menemukan sejumlah serial TV bajakan dalam komputer milik karyawan Sony.

Sementara pada hari Rabu (26/11/2014), sejumlah file tersebut dikatakan bocor ke dalam situs Reddit. Namun hingga saat ini, belum ada yang bisa mengkonfirmasi perihal kebenaran berkas tersebut.

5. 5 Film Bocor ke Torrent

Kemalangan Sony Pictures belum berakhir. Baru-baru ini jejaring situs Torrent dihebohkan dengan kemunculan lima film baru yang belum dirilis secara resmi, baik dalam bentuk DVD ataupun Bluray.

Kelima film tersebut adalah 'Annie', 'Mr.Turner', 'Still Alice', 'To Write Love On Her Arms', dan 'Fury'. Semuanya muncul dalam format DVD screener -- yang biasanya dipergunakan untuk keperluan penjurian, ataupun promosi.

'Fury', belakangan malah masuk ke dalam film kedua yang paling banyak diunduh sejak Minggu (30/11/2014), dengan 1,2 juta pengunduh.

Seperti dikutip detikINET dari Techcrunch, Senin (1/12/2014), kemunculan film-film ini ditenggarai berkaitan dengan jebolnya server Sony Pictures oleh hacker yang menamai dirinya dengan #GOP atau Guardians of Peace.

6. Terkait Korea Utara?

Pihak Sony mencurigai bahwa peretasan ke servernya ini dilakukan oleh hacker yang mewakili Korea Utara. Mereka berasumsi demikian karena waktu peretasan yang berdekatan dengan perilisan film 'The Interview'.

Film ini mengisahkan tentang rencana pembunuhan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Hal ini diungkap oleh sebuah sumber yang mengaku dekat dengan masalah ini, seperti dilansir oleh Recode, Senin (1/12/2014).

Sony dan konsultan keamanan yang tengah mendalami kemungkinan tersebut menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan dari China, tetapi dilakukan untuk mewakili Korea Utara.

'The Interview' adalah film yang dibintangi oleh Seth Rogen dan James Franco, berperan sebagai dua orang jurnalis kenamaan.

Mereka mendapatkan kesempatan langka untuk mewawancarai Kim Jong-Un -- diperankan oleh Randall Park. Namun belakangan, CIA merekrut Rogen dan Franco untuk menjadi agennya, dan menugaskan mereka untuk membunuh Kim.

(asj/ash)







Hide Ads
LIVE