Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berminat Pakai Mata-mata Teknologi di Sepakbola, Indonesia?

Berminat Pakai Mata-mata Teknologi di Sepakbola, Indonesia?


Danu Damarjati - detikInet

Ilustrasi (detikcom)
Singapura -

Cerita di balik layar kesuksesan tim nasional sepakbola Jerman di Piala Dunia 2014 adalah berkat campur tangan teknologi.

Adalah SAP -- perusahaan teknologi perangkat lunak dari Jerman pula -- yang menjadi otak teknologi Der Panzer.

Nah, bagaimana dengan negara lain, seperti Indonesia misalnya. Apakah berminat untuk mengadopsinya juga? Sebagai penyedia layanan -- SAP pastinya mau-mau saja untuk menawarkan teknologi ini ke Indonesia. Namun kembali lagi, bagaimana dengan Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari kemungkinan itu, Asosiasi Sepakbola Jerman (Deutscher Fussball-Bund/DFB) memang telah menjalin kolaborasi dengan SAP. Lewat aplikasi Match Insight, segala hal yang berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan demi meningkatkan performa permainan tim menjadi lebih akurat.

Data analitik dari Big Data dikelola sedemikian rupa sehingga bisa difungsikan oleh staf pemain, pelatih, juga para fans.

Rekam jejak pemain Jerman yang diboyong ke Piala Dunia 2014 Brasil diinput secara lengkap ke database SAP Match Insight. Mulai dari banyaknya passing, daya jelajah, sampai ke mana saja pergerakan si pemain.




Tentunya, data-data tersebut tak sekadar jadi pajangan, melainkan untuk dianalisis sehingga bisa menghasilkan output yang dibutuhkan oleh pelatih Jerman Joachim Loew.

Aplikasi ini juga dapat memata-matai statistik data dari tim lawan, membuat simulasi, serta mengatur menu latihan bagi setiap pemain berdasarkan kondisi fisiknya.

Jadi semua data yang disajikan sudah terstruktur dan merupakan hasil analisa. Sehingga bisa dimaklumi pemain sekaliber Lionel Messi tak mampu mempertunjukkan daya magisnya kala berhadapan dengan Jerman di partai puncak Piala Dunia 2014.

Melihat besarnya potensi sepakbola di Indonesia, President of SAP Asia Pacific Japan Region, Adaire Fox-Martin, menyatakan ada ruang untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antara SA dengan pemangku kepentingan sepakbola di Indonesia.

"Mungkin kita harus datang dengan ide itu. Tentu terbuka untuk mendiskusikan ide itu. Tim Nasional Sepakbola Jerman juga telah menggunakan SAP selama Piala Dunia 2014 dengan teknologi analitik," kata Adaire di Hotel Shangri La, Orange Grove Road, Singapura.

Adaire berbicara di sela konferensi pers bertepatan dengan ulang tahun SAP Asia Pasifik dan Jepang ke 25. Lebih lanjut, Adaire menjelaskan Indonesia telah mempunyai Managing Director yang relatif baru yang telah menjabat satu tahun (Megawati Khie-red).

"Dan sekarang kami benar-benar sedang membangun basis untuk apa yang kita pikir merupakan peluang untuk pasar Indonesia," kata Adaire.

SAP telah berpengalaman menggarap bidang 'sports and entertainment' di Asia. Di India, SAP telah membantu menginovasi kriket untuk pemain dan fans. Di Jepang, bahkan SAP tak hanya menggarap olahraga melainkan juga gelaran konser di stadion juga ikut ditangani.

"Tentu ada gelaran olahraga besar seperti liga besar (di Indonesia), kita harus melihat ke situ. Karena kita telah memulai di Jepang dan India," kata Adaire.

Bagaimana Indonesia, tertarik?

(ash/ash)






Hide Ads