Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perusahaan AI Beli dan Hancurkan Ribuan Buku Langka untuk Latih Model AI

Perusahaan AI Beli dan Hancurkan Ribuan Buku Langka untuk Latih Model AI


Virgina Maulita Putri - detikInet

Ilustrasi tumpukan buku-buku.
Foto: Unsplash.com
Jakarta -

Sudah bukan rahasia kalau perusahaan AI menggunakan buku sebagai sumber informasi untuk melatih large language model (LLM) miliknya. Tidak hanya buku digital, perusahaan AI juga sekarang mulai menggunakan buku fisik yang langsung dihancurkan setelah dipakai melatih AI.

Laporan 404 Media mengungkap perusahaan AI menggandeng perusahaan seperti ISBNdb untuk menyediakan buku fisik dalam jumlah besar untuk dipindai sebagai data pelatihan. ISBNdb menyebut perusahaannya sebagai database buku terbesar di dunia.

Sebelum era LLM, bisnis ISBNdb fokus untuk membantu perpustakaan, distributor, dan toko buku untuk mencari dan menjual buku. Kini mereka membantu perusahaan AI untuk membeli buku dalam jumlah besar, mulai dari 1.000 sampai 1 juta buku per pesanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebanyakan buku yang dicari adalah buku yang dicetak sebelum tahun 2022, sebelum era LLM sehingga isinya benar-benar tulisan manusia. Tidak seperti buku digital dan buku fisik saat ini yang kebanyakan ditulis menggunakan AI.

"Buku cetak dari sebelum era LLM secara struktural dijamin bebas dari kontaminasi ini. Itu saja sudah menjadi keuntungan yang signifikan," tulis ISBNdb dalam artikel di websitenya, seperti dikutip dari Futurism, Minggu (2/8/2026).

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, ISBNdb juga mengincari buku langka yang sudah tidak dicetak lagi. Artinya, perusahaan AI kemungkinan sudah membeli dan menghancurkan salinan buku yang mungkin tidak dapat ditemukan lagi.

Sebagai bonus, ISBNdb juga menjanjikan perusahaan AI bahwa mereka akan merahasiakan pembelian buku dalam jumlah besar tersebut agar tidak diketahui publik. Mereka sepertinya menyadari bahwa itu bisa merusak citra publik perusahaan AI.

"'Perusahaan AI menghancurkan dua juta buku' bukanlah judul berita yang dapat membangkitkan simpati," kata ISBNdb.

Salah satu perusahaan AI yang ketahuan membeli buku fisik dan menghancurkannya untuk melatih LLM adalah Anthropic, yang sempat digugat oleh sekelompok penulis dan dipaksa membayar ganti rugi sebesar USD 1,5 miliar.

Menurut dokumen dalam gugatan tersebut, Anthropic menggunakan mesin pemotong bertenaga hidrolik untuk memisahkan halaman-halaman buku dari spine-nya dengan rapi, lalu dipindai menggunakan alat pencitraan kelas industri.

Proses ini memanfaatkan konsep hukum yang dikenal dengan istilah doktrin penjualan pertama, yang memungkinkan pembeli melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa persetujuan pemilik hak cipta asli.

Karena Anthropic mengubah buku fisik menjadi teks digital, hakim memutuskan bahwa ini bersifat transformatif, dan karenanya dilindungi oleh aturan fair use. Dengan kata lain, pengadilan mengizinkan perusahaan AI membeli dan merobek-robek buku.



(vmp/vmp)






Hide Ads