Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
5 Aplikasi Diklaim Paling Buruk untuk Privasi

5 Aplikasi Diklaim Paling Buruk untuk Privasi


ask - detikInet

Privasi Android 10
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

HP yang ada di tanganmu tahu banyak, bahkan hampir semua kisah dalam kehidupanmu. Siapa sahabatmu, seperti apa kebiasaan belanja kamu, bagaimana selera humor hingga apa yang kamu konsumsi dari balik layar ponsel, semuanya.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menginstal aplikasi yang hanya dapat kamu percaya. NordVPN memberikan sejumlah contoh aplikasi yang dianggap paling buruk dalam menjaga privasi seseorang.

Dikutip detikINET dari situs NordVPN, berikut ini daftar aplikasi yang dianggap paling buruk untuk privasi seseorang berdasarkan tulisan dari Lukas Ramonas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

1. Facebook

"Facebook mungkin adalah aplikasi terburuk untuk privasi, karena melacak Anda di semua aplikasi dan situs webnya. Bahkan melacak Anda saat Anda keluar dari Facebook," kata NordVPN.

Aplikasi ini membutuhkan hampir semua izin yang ada, termasuk:

  • Kontak, riwayat panggilan, dan pesan teks
  • Kamera dan mikrofon
  • Penyimpanan internal
  • Wi-Fi
  • Lokasi.

Menurut NordVPN, Facebook mengetahui kapan pengguna masuk dan berapa lama waktu yang dihabiskan di platform tersebut. Lalu, dia melacak ke mana pengguna pergi dan apa yang mereka beli. Facebook mengumpulkan semua informasi ini untuk menayangkan iklan yang ditargetkan kepada user.

2. Messenger

Masih dari Meta, NordVPN beranggapan Facebook Messenger juga merupakan salah satu aplikasi terburuk untuk privasi. Karena tidak menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung.

"Aplikasi perpesanan tersebut mungkin menyimpan pesan pribadi Anda dalam bentuk teks biasa di server mereka. Jika demikian, pesan tersebut dapat diakses oleh karyawan mana pun dengan kredensial login," tulisnya.



3. Aplikasi cuaca

Ketika aplikasi cuaca ingin mengakses lokasi kamu, kedengarannya cukup masuk akal. Ya secara, aplikasi tersebut tidak dapat memberi tahu cuaca jika tidak tahu di mana kamu berada.

Namun setelah kamu memberikan izin, aplikasi tersebut melacak lokasi kamu 24/7. Ada potensi aplikasi ini menjual data tersebut kepada pengiklan, yang dapat membahayakan keamanan dan privasi ponsel. Adapun contoh nama aplikasi yang disebutkan antara lain:

  • AccuWeather
  • WeatherBug
  • Aplikasi The Weather Channel.

"Dan bukan hanya aplikasi cuaca yang perlu Anda khawatirkan. Bisa jadi aplikasi apa pun yang menyediakan berita lokal atau memberi tahu tentang acara di kota Anda atau memberi tahu Anda tentang restoran baru yang layak dikunjungi. Aplikasi-aplikasi tersebut mungkin mencoba mendapatkan data Anda untuk iklan berbasis lokasi," sambungnya.

4. Words with Friends

Game multiplayer adalah permainan yang mengizinkan terjadi interaksi dan keterlibatan antar pemain secara online. Singkatnya, kamu bisa memecahkan teka-teki, naik level, dan bersenang-senang dengan teman maupun keluarga.

Namun, game seperti Words with Friends mengumpulkan sejumlah besar data pribadi, menjadikannya salah satu aplikasi terburuk untuk privasi.

Zynga, yang menciptakan Words with Friends, game mega hit FarmVille, dan banyak game sukses lainnya, melacak dan mencatat semua jenis data pribadi penting seperti:

  • nama depan dan belakang
  • nama pengguna
  • jenis kelamin
  • usia dan tanggal lahir
  • email
  • kontak dari buku alamat
  • pembelian dalam game
  • semua yang diposting pemain di papan pesan
  • isi obrolan dan pesan antar pemain
  • ID Facebook
  • perkiraan lokasi fisik.

"Mereka juga menggunakan cookie, beacon, tag piksel, clear gif, dan pengidentifikasi perangkat untuk melacak alamat IP, komputer atau perangkat seluler dan sistem operasi apa yang digunakan pemain untuk memainkan game mereka, alamat MAC, jenis dan bahasa browser," tutur NordVPN.

Zynga bukanlah satu-satunya di pasar game mobile. Banyak pengembang melacak data pemain mereka dan menjualnya kepada penawar tertinggi. Jika beruntung, data tersebut tidak dipersonalisasi. Akan tetapi, who knows.

5. Aplikasi apapun yang mungkin akan kamu unduh

Pada tahun 2014, terungkap bahwa NSA meretas game Angry Birds dan menyedot data pemain. Pengembang mengklaim bahwa kerentanan dalam aplikasi tersebut telah diperbaiki.

Pada tahun 2013, Komisi Perdagangan Federal menuntut aplikasi senter populer karena membagikan data lokasi dengan pihak ketiga tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna.

"Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa Anda tidak dapat mempelajari aplikasi privasi terburuk dari insiden masa lalu. Ketika kerentanan diketahui, kerentanan tersebut diperbaiki. Ketika aplikasi curang ditemukan, aplikasi tersebut diblokir dari Google Play dan App Store," terang NordVPN.

"Anda perlu khawatir tentang kerentanan yang belum ditemukan. Tidak ada yang tahu aplikasi mana yang selanjutnya akan membocorkan data jutaan orang. Mungkinkah itu aplikasi populer seperti RedNote? Hanya waktu yang akan menjawabnya," imbuhnya.

Tips mengamankan perangkat

Nah, NordVPN pun membagikan beberapa tips untuk terhindar dari aplikasi yang dapat membahayakan privasi penggunanya.

Pertama, pengguna diharapkan untuk mengecek review pada aplikasi yang ingin diinstal. Cek menggunakan beberapa sumber, jangan hanya satu.

Kemudian, perhatikan apa saja permission yang diminta. Pastikan sesuai dan masuk akal dengan kebutuhan aplikasi tersebut.

Jangan lupa juga untuk memperbarui aplikasi, atau menghapusnya jika sudah tidak menggunakannya lagi.

Terakhir, opsi menggunakan VPN dapat dipertimbangkan. Dengan aplikasi VPN, setiap koneksi yang dibuat perangkat ke internet akan dienkripsi, termasuk aplikasi.

(ask/ask)






Hide Ads