Tahapan prioritas domain tingkat tinggi (DTT) .id atau yang populer dengan sebutan apapun.id telah ditutup. Domain forex.id tercatat sebagai yang termahal dengan biaya akuisisi Rp 150 juta.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebelumnya telah menggelar tiga tahapan prioritas sebelum dirilis ke publik secara umum pada 17 Agustus 2014.
Periode pertama (sunrise) dilakukan pada 20 Februariβ17 April 2014, periode kedua (grandfather) dilakukan pada 21 Aprilβ13 Juni 2014, dan periode ketiga (landrush) sebagai periode prioritas terakhir dilakukan pada 16 Juniβ15 Agustus 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah mengungkapkan, nama domain forex.id tercatat sebagai domain dengan penawaran tertinggi.
βForex.id diperoleh dengan biaya akuisisi sebesar Rp 150 juta,β ungkap Andi. Angka ini mengalahkan domain online.id yang pada periode grandfather diperoleh dengan biaya akuisisi Rp 110 juta.
Di bawah forex.id, nama domain dengan biaya akuisisi tertinggi berikutnya adalah toko.id sebesar Rp 17 juta dan money.id sebesar Rp 15 juta.
Ditambah 815 nama domain yang didaftarkan pada periode sunrise dan 911 nama domain yang didaftarkan pada periode grandfather, sudah ada 3.065 nama domain yang didaftarkan sebelum peluncuran.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006. Pada 29 Juni 2007, pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika RI secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, selain go.id dan mil.id.
Β
Selain mengelola secara penuh domain-domain co.id, web.id, or.id, sch.id, ac.id, net.id, biz.id, my.id, dan desa.id, PANDI juga membantu pemerintah mengelola domain go.id dan mil.id. PANDI saat ini memiliki 12 registrar yang menerima pendaftaran domain .id.
(ash/ash)