Informasi ini didapat dari dokumen berisi daftar pengadaan barang pemerintah China Juli silam. Staf pemerintahan China yang membacakan informasi tersebut menolak disebutkan identitasnya, mengingat informasi tersebut bukan bersifat publik.
Sebenarnya tidak mengherankan jika China akhirnya mengambil langkah ini. Dalam beberapa bulan terakhir, negeri Tirai Bambu ini memang tengah memperketat pengawasannya kepada si produsen iPhone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah China ingin memastikan bahwa perusahaan dari luar negeri tidak seharusnya terlalu berpengaruh di China," ujarnya lagi seperti detikINET kutip Reuters, Kamis (7/8/2014).
Apple adalah perusahaan teknologi terbaru yang disingkirkan dari daftar pengadaan barang pemerintah China. Sebelumnya Symantec, Kaspersky Lab dan Microsoft harus mengalami nasib serupa.
Hal ini juga dipicu meningkatnya ketegangan di antara China dengan Amerika Serikat berkaitan dengan prasangka adanya aktivitas hacking dan cyberspying.
(rns/rou)