Internet Indonesia Masuki Era Zettabyte

Internet Indonesia Masuki Era Zettabyte

- detikInet
Rabu, 18 Jun 2014 16:46 WIB
Ilustrasi (detikfoto)
Jakarta - Dengan jumlah pengguna internet yang masih akan terus tumbuh, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia diprediksi akan masuk era Zettabyte. Saat di mana lalu lintas data sudah padat.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), hingga akhir 2013 lalu pengguna internet di Indonesia ditaksir mencapai 71,19 juta orang. Naik 13% dibanding tahun sebelumnya.

Ke depannya angka itu masih terus tumbuh. Perkiraan Cisco, pada 2018 nanti Indonesia akan memiliki 164 juta pengguna internet dengan 80% di antaranya adalah mobile. Tak heran konsumsi data akan semakin membengkak di masa yang akan datang.

"Indonesia telah bertumbuh dengan pesat dalam hal penetrasi dan konektifitas internet. Pertumbuhan yang akan terus berlangsung ini tercermin dalam laporan Cisco VNI yang terbaru ini," kata Ichwan F Agus, Interim Country Manager Cisco Indonesia.

Cisco memang baru saja mengumumkan Visual Networking Index (VNI), laporan tahunan Global Forecast and Service Adoption for 2013 hingga 2018 yang memproyeksikan bahwa lalu lintas Internet Protocol (IP) global akan meningkat nyaris tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna dan perangkat internet, kecepatan broadband yang lebih cepat dan semakin banyaknya video online yang ditonton, dengan volume lalu lintas yang diperkirakan mencapai 1,6 zettabyte per tahun pada tahun 2018.
 
"Kita telah memasuki ‘Era Zettabye’ dan menyaksikan inovasi dan pergesaran yang luar biasa di industry IT, terwujudnya Internet of Everything (IoE)," tambah Ichwan, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (18/6/2014).

Selain itu laporan Cisco juga menyingung soal kecepatan internet Indonesia yang dipercaya akan meningkat. Rata-rata kecepatan broadband jaringan fixed akan bertumbuh 3,2 kali lipat dari tahun 2013 ke 2018, dari 2,6 Mbps ke 8 Mbps.

Di situ juga tertulis Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan lalu lintas IP tercepat kedua di dunia dengan laju pertumbuhan gabungan (CAGR) sebesar 37%, di bawah India dengan laju CAGR sebesar 39%.

(eno/ash)