Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
iPaymu Jajakan Mobile Payment Berbasis QRCode

iPaymu Jajakan Mobile Payment Berbasis QRCode


Ardhi Suryadhi - detikInet

Ilustrasi (iPaymu)
Jakarta - Model pembayaran digital kian menjamur. Salah satu perusahaan lokal -- iPaymu -- coba mencari peruntungan dengan meluncurkan Mobile Payment berbasis Quick Response Code (QR Code).

Layanan tersebut dibesut oleh PT Inti Prima Mandiri Utama (iPaymu). Solusi ini digelontorkan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna saat bertransaksi online.
Β 
Implementasi QRCode sebagai salah satu fitur andalan iPaymu dipercaya mampu meningkatkan percepatan dan kecepatan transaksi online, serta penghubung mekanisme perdagangan offline dengan transaksi online.

Riyeke Ustadiyanto, Chief Technology Officer iPaymu mengatakan, dengan hadirnya fitur mobile payment berbasis QRCode diharapkan menjadi sarana kelengkapan ekosistem digital iPaymu dalam mendorong pertumbuhan industri e-commerce Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Layanan ini menjadi media transaksi alternatif bagi EDC dan atau SOF milik perbankan," ungkap Riyeke, dalam keterangannya Kamis (19/12/2013).

Dengan diluncurkannya layanan ini, maka semua orang yang sudah memiliki akun iPaymu diklaim bisa menikmati transaksi pembayaran, cek saldo dan perintah tarik tunai langsung dari ponsel dengan cepat, aman, dan nyaman.

Sebagai catatan, aplikasi iPaymu Mobile Transaction baru berjalan di ponsel berbasis Android, "Ke depannya kami akan mengembangkan aplikasi tersebut di ponsel berbasis operating system lainnya," kata Riyeke.

Mobile Payment iPaymu berbasis QRCode bisa diartikan sebagai alternatif mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dimiliki perbankan. Sebagaimana diketahui, EDC adalah perangkat pembayaran transaksi kartu debit dan kartu kredit.

Sayangnya layanan tersebut tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Mereka yang bisa menikmati mesin EDC tersebut harus memiliki badan usaha berupa UD, CV maupun PT. Itu pun mekanisme dan persyaratan untuk mendapatkan mesin EDC sangatlah ketat.

Permasalahan tersebut menjadi pemikiran Riyeke, bagaimana caranya fasilitas dan layanan seperti EDC bisa dinikmati semua orang. "Selama ini, pedagang kaki lima, UKM, tukang bakso, tukang sayur, mahasiswa jangan mimpi memiliki mesin EDC untuk memudahkan transaksi," ungkapnya

iPaymu digadang-gadang sudah mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan jaringan perbankan nasional dan internasional serta mengembangkan sistem pembayaran yang menjamin keamanan dan kenyamanan transaksi online melalui internet maupun ponsel.

Sejauh ini iPaymu telah menjalin kerjasama dengan 21.000 lebih jaringan ATM Bersama, Link, Prima, dan Meps sehingga bisa melakukan transaksi online dengan 137 bank nasional serta juga terhubung dengan PT Pos Indonesia yang memiliki lebih dari 4000 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Target 20.000 Pengguna
Β 
Dengan kemudahan yang ditawarkan, Riyeke optimistis pengguna layanan mobile payment iPaymu akan cepat tumbuh dan bermetamorfosa. Hal ini seiring dengan jumlah pengguna ponsel Android dan tren e-commerce yang kecenderungannya meningkat.

Riyeke menilai potensi bisnis e-commerce di Indonesia masih cukup terbuka luas. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar e-commerce di Indonesia pada tahun 2013 ini diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 69 triliun. Sedangkan menurut Frost & Sullivan akan tembus ke angka USD 650 juta pada 2015.

"Sekarang ini pengguna kami sebanyak 18.000. Kebanyakan dari mereka adalah para penggiat usaha kecil menengah (UKM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam tiga sampai enam bulan ke depan, kami targetkan menjadi 20.000 pengguna," ungkapnya.

Riyeke menilai pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan mampu mendorong semangat entrepreneurship dan potensi local digital economy. "Jumlah penduduknya besar. Transaksi online dan pengguna ponsel Androidnya terus meningkat. Ini potensi yang sangat luar biasa. Sayang jika yang menangkap peluang bisnis ini adalah pihak luar. Saatnya potensi ini dimanfaatkan oleh anak bangsa sendiri," pungkasnya.

(ash/eno)






Hide Ads