Menurut ibu korban, Yuniati, putrinya pertama kali kenal dengan Ajr, salah seorang pelaku, melalui Facebook. Kemudian pelaku dengan korban saling bertukar nomor handphone dan menjalin komunikasi melalui SMS.
Setelah saling kirim SMS, satu minggu yang lalu, korban sempat bertemu dengan Ajr di sebuah warung di dekat rumah korban. Namun pertemuan itu hanya sebagai pertemuan biasa. Baru Senin (9/12/2013) malam, korban bertemu lagi dengan Ajr setelah sebelumnya janjian melalui SMS. Ajr menjemput korban di depan gang rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dijemput oleh Ajr, yang diketahui warga Mojosari ini, korban langsung dibawa ke areal sawah di Desa Leminggir, tepatnya 200 meter dari jembatan Leminggir. Di lokasi, korban bertemu dengan teman Ajr lainnya. Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB.
Tanpa belas kasihan Ajr bersama 10 temannya memaksa korban berhubungan layaknya suami-istri. Akibat ulah bejat para pelaku, korban terus menangis karena telah kehilangan mahkotanya.
Puas memerkosa korban, Ajr bukannya mengantar korban pulang, namun ditelantarkan di depan Perumahan Mutiara Garden Mojoanyar, Mojokerto. Saat itu sekitar pukul 23.00 WIB, korban terus menangis ditelantarkan sendirian.
Satpam perumahan menemukan korban menangis sendirian, lantas mengantar korban pulang ke rumah saudara korban.
Yuniati mengaku menyesal dan terpukul atas kejadian yang menimpa putrinya. Dia tidak bisa mengawasi putrinya lantaran bekerja di Surabaya. Dia sendiri baru tahu musibah yang menimpa putrinya dari saudaranya.
"Saya tak tahu apa yang harus saya lakukan. Ini kesalahan saya, gagal mengawasinya," katanya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Achiril Ekawati menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami keterangan dari korban. "Korban masih kita periksa, untuk pelakunya sudah ada satu yang akan kita kejar, dari pengakuan korban inisial Ajr. Pelaku lainnya masih kita selidiki dulu," jelasnya.
(fat/rou)