Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apicta 2013
Tips Juara dari Sang Jawara Kompetisi Teknologi
Apicta 2013

Tips Juara dari Sang Jawara Kompetisi Teknologi


Dody Qori Utama - detikInet

Tim Malabar Telkom University (dok. detikINET)
Hong Kong -

Tuntas sudah penjurian hari pertama Asia Pasific ICT Award (Apicta) 2013 di Cyberport, Hongkong. Sebagian besar kontingen Indonesia sudah menyelesaikan, sisanya masih akan berjuang hari ini demi mengharumkan nama bangsa.

Harap-harap cemas, tentu saja. Mari kita semua berdoa, khususnya pembaca setia detikINET, agar tim Indonesia bisa jadi juara saat para pemenang Apicta 2013 diumumkan, Rabu (27/11/2013) malam waktu setempat.

Menjadi tugas bersama, agar siapapun yang berangkat mewakili Indonesia dalam kompetisi teknologi informasi komunikasi (TIK) --yang saat ini marak dilaksanakan di berbagai tempat, bisa memperoleh hasil membanggakan. Atau setidaknya sudah berjuang super maksimal, sekalipun tak juara misalnya, namun sudah mengeluarkan best effort yang dimilikinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa bermaksud takabur, penulis dan tim sempat Juara III dunia ajang Imagine Cup, salah satu kompetisi TIK paling bergengsi di dunia yang diadakan Microsoft, tahun 2010 lalu di Polandia.

Tim penulis juga merupakan finalis dunia Imagine Cup 2011 dan 2012, masing-masing di New York, AS, dan Sidney, Australia, Juara I INAICTA 2013 kategori E-Health, serta memperoleh penghargaan Inovator Muda 2012 dari Wapres Boediono.

Semua raihan ini pastinya tidak mudah, bahkan rumit dan penuh kendala. Namun izinkanlah penulis berbagi beberapa hal, sepenuhnya ikhlas dan tidak bermaksud menggurui akan cara memenangkan kompetisi tersebut. Semata-mata agar bangsa ini bisa terus menorehkan prestasi sebagai penyejuk aneka sengkarut politik-sosial di negeri kita tercinta ini.

Anda mau juara? Simak tips berikut ini:

Pertama, siapkan presentasi terbaik yang kita punya. Terbaik ini memiliki dimensi yang sangat luas seperti tampilan, perhitungan durasi, penguasaan materi, konteks presentasi, dan lainnya.

Tampilan berarti siapkan display semenarik mungkin, dengan bentuk rupa yang mudah dibaca. Sangat baik jika disertakan video ilustrasi, aneka gambar yang eye-catching, sehingga juri akan langsung memberi perhatian sejak awal.

Pun demikian, jangan dibuat terlalu panjang karena ada durasi yang harus diperhitungkan dan biasanya sudah diinfokan panitia lomba sejak awal. Jangan terkukung spirit berlebihan namun presentasi jadi kepanjangan, yang berpotensi membuat juri bete pada akhirnya.

Durasi waktu biasanya antara 15 menit sampai 30 menit, sudah termasuk sesi tanya jawab. Karena itulah, perhitungkan dengan cermat lembar demi lembar yang dibuat, lebih baik jika paparan per lembar sudah kita proyeksikan hitungan menitnya.

Jangan juga menulis di presentasi sesuatu yang tidak atau kurang dimengerti oleh diri kita sendiri. Terkadang hanya ingin terlihat keren, kita menulis hal yang tak kita kuasai. Lebih baik sederhana tapi orisinil dari kita sendiri.

Tentang konteks, ini kaitannya dengan isu apa yang sedang tren, lantas kita jadikan bagian dari presentasi. Misalnya, kami masukkan gambar kecelakaan pesawat di lautan Bali beberapa waktu lalu ketika akan presentasikan Brainstat, temuan kami yang mendeteksi gelombang otak pengemudi.

Kedua, pelajari dulu siapa yang akan jadi juri. Lihat latar belakangnya agar kita berbicara dengan pas dan mudah menciptakan impresi. Biasanya yang jadi juri adalah akademisi dan praktisi industri.

Untuk praktisi, tentu kita tonjolkan sisi aplikasi dan produksi massal, misalnya. Akademisi tentu lebih baik jika kita tonjolkan dasar keilmuan dan teori.

Ketiga, berlatih dan berdoa sama kencangnya. Setelah presentasi selesai, maka teruslah berlatih dengan seolah-olah ada di depan juri. Ini harus simultan dengan berdoa sesuai agama masing-masing. Jangan lupa mintakan doa pada orangtua agar kita bisa meraih prestasi.

Insya Allah, cara ini bisa berjalan efektif. Minimal itulah yang kami rasakan saat ikut lomba teknologi informasi komunikasi di berbagai belahan dunia dan akhirnya juara. Mari kita berdoa, semoga besok malam nama Indonesia akan sering terdengar dalam pengumuman juara Apicta 2013. Semoga!


*Penulis merupakan anggota Tim Malabar Telkom University. Peraih berbagai juara kompetisi TIK nasional dan dunia.




(rou/rou)





Hide Ads