"Think globally, not locally," demikian disampaikan Tuyen Nguyen, Google Mobile Publisher Advocate. Di salah satu sesi Startup Asia Jakarta 2013, ia menguak rahasia bagaimana menciptakan konten rasa lokal, namun tetap bisa menjangkau pasar internasional.
"Jika Anda menggunakan lima bahasa yang paling banyak dipakai secara global, Anda bisa mengakses 70 persen pasar," ujar wanita tinggi semampai ini mengungkap salah satu resepnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokalisasi pun dikatakan Tuyen tidak boleh asal-asalan. Meski user menyukai sebuah aplikasi yang dibuat developer, 18% dari mereka akan segera melakukan uninstal jika ternyata aplikasi tersebut tidak user friendly.
"Sepertiga user mengaku mengalami aplikasi yang dilokalisasi namun jelek. Jadi jika sebuah aplikasi localized itu buruk, bahkan user tak sungkan langsung menghapusnya," papar Tuyen.
Secara garis besar, Tuyen mendefinisikan 'internationalization' yakni mendesain sebuah konten atau aplikasi dapat diadaptasi oleh banyak bahasa dan budaya. Sementara 'localization' menurutnya adalah disesuaikan dengan berbagai bahasa dan budaya.
"Developer aplikasi sukses membangun aplikasi untuk user, sementara developer yang tidak sukses membuat aplikasi untuk mereka sendiri," tutupnya.
(rns/rou)