Bukuon memungkinkan user untuk membeli buku dan konten digital secara online melalui aplikasi yang dapat diakses secara mobile melalui smartphone, tablet dan laptop.
Direktur Keuangan & Administrasi IM2 Hulman Sidjabat mengatakan, seseorang yang ingin membeli buku tidak lagi terhalang jarak, biaya, dan waktu untuk mencari buku langsung ke tokonya. Cukup dengan perangkat mobile seperti smartphone, tablet atau laptop yang dimiliki sudah bisa melakukan pencarian buku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi pembeda antara toko buku digital Bukuon dengan toko buku digital lain adalah fitur teknologi resumable download. Seandainya terjadi interupsi koneksi saat download berlangsung pelanggan tidak perlu khawatir karena Bukuon memungkinkan pelanggan untuk melanjutkan download dari posisi terakhir yang tertunda.
Fitur unik lainnya adalah pembelian buku di Bukuon dapat dilakukan secara parsial. Di Bukuon, pelanggan dapat memilih untuk membeli versi lengkap atau membeli per bab atau per segmen sesuai yang diinginkan, sehingga tidak perlu membeli seluruh buku jika memang kita belum menginginkannya.
Misalnya pelanggan membeli bab 1 terlebih dahulu dan setelah pelanggan merasa buku tersebut menarik, pelanggan dapat melanjutkan membeli bab-bab berikutnya. Atau jika pelanggan hanya ingin membeli bab ke-3 atau bab manapun, mereka cukup membeli bagian yang diinginkan.
βIsu besar dalam penyediaan buku digital adalah rentannya pelanggaran hak cipta penulis dan penerbit. Dengan format proprietary yang kami gunakan mencegah tindakan pembajakan buku karena itu Bukuon selaku toko buku digital menguntungkan bagi semua pihak,β imbuh Thalhah Fakhrizal, GM Adjacent Business IM2.
βKe depannya Bukuon tidak hanya mengalihkan buku cetak ke buku digital, tetapi nantinya memungkinkan pembaca untuk berbagi pendapat, berdiskusi dan memberikan komentar di halaman buku. Jadi lebih interaktif,β lanjutnya.
Produktifitas Indonesia dalam penerbitan buku sendiri dinilai masih rendah, hanya 18.000 judul buku pertahun, sementara Jepang 40.000 judul, India 60.000 judul, dan Cina 140.000 judul buku.
Bersamaan dengan peluncurannya, Bukuon mengajak komunitas Blogger untuk berkerjasama menambah khazanah buku yang ada di dalam Bukuon. Hal ini dituangkan dalam bentuk penandatangan MoU Kerjasama Bukuon dengan Komunitas Blogger Reporter.
βSelama ini banyak tulisan rekan-rekan blogger yang tidak terbukukan karena kendala panjangnya antrian di penerbit major label dan biaya yang masih relatif besar untuk menerbitkan sendiri (self publishing)," tandas Hazmi Srondol, Ketua Assosasi Blogger Reporter Indonesia.Β
(ash/rou)