"Ada 33 Dispora di daerah, koordinasi akan lebih cepat jika memanfaatkan TI. Kala Rakernas kemarin kita lakukan simulasi teleconference pusatβdaerah untuk e-coordination antara Kemenpora dengan SKPD dan PPLP atau PPLM di seluruh Indonesia," kata Menpora Roy Suryo dalam keterangan pers, Selasa (28/5/2013).
Dalam Rakernas yang dihelat selama dua hari, Roy bersama para pejabat eselon I dan II Kemenpora serta kepala dinas dari 33 provinsi seluruh Indonesia, bertujuan menindaklanjuti Musrenbangnas 2012 yang menetapkan Rencana Kinerja Pemerintah Tahun Anggaran 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mensosialisasikan program Kemenpora yang tercakup dalam RKP Kemenpora tahun 2013 untuk mendapatkan dukungan dan kerjasama dari SKPD di seluruh Indonesia, serta mengidentifikasi prioritas program atau kegiatan di bidang kepemudaan dan keolahragaan agar sesuai dengan sasaran, kebijakan, dan prioritas nasional yang terdapat dalam RKP 2014
"Rakernas ini dinilai penting, karena anggaran milik Kemenpora sebesar Rp 1,9 triliun sudah dicairkan. Kita perlu koordinasi dan sinergi dalam perencanaan dan anggaran dengan Dispora di daerah, agar semua kegiatan mengacu pada program Kemenpora," papar Roy.
Untuk itulah, imbuhnya, Kemenpora menerapkan manfaat TI. Selain itu, setiap tahunnya Kemenpora memiliki program unggulan, di antaranya peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Peringatan Sumpah Pemuda, Pekan Olahraga Nasional (PON) Pesantren, dan Islamic Solidarity Games (ISG).
"Untuk ISG, itu tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP) dari presiden agar bisa dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, kita juga sedang fokus mendukung atlet ke SEA Games di Myanmar," ujarnya.
Adapun hal lain yang menjadi perhatian dalam Rakernas, kata Roy, yakni Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman antara Kemenpora dan Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Rakernas juga dihadiri istri pejabat eselon I dan Kadispora untuk mendengarkan arahan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional," pungkasnya.
(rou/rou)