Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
12 Akuisisi Paling Heboh di Jagat Teknologi (1)

12 Akuisisi Paling Heboh di Jagat Teknologi (1)


Fino Yurio Kristo - detikInet

Jakarta -

Berbagai perusahaan teknologi sering melakukan akuisisi terhadap perusahaan yang lain. Baik yang bernilai kecil sampai miliaran dolar.

Misalnya Google yang dikenal mengakuisisi banyak perusahaan seperti YouTube atau Android. Dan juga Facebook yang belum begitu lama membeli layanan foto sharing Instagram.

Akuisisi dilakukan sebagai bagian dari strategi bisnis. Dan selalu menimbulkan risiko, kadang sukses atau malah berbuah kegagalan. Di mana perusahaan yang diakuisisi malah menjadi tenggelam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akuisisi apa saja yang dianggap paling menghebohkan di jagat teknologi? Berikut di antaranya seperti dihimpun detikINET dari berbagai sumber.

Microsoft Akuisisi 86-DOS

Dalam upaya terakhir menyediakan IBM OS 16 bit untuk lini komputer personalnya, Bill Gates dan Paul Allen selaku pendiri Microsoft memutuskan membeli QDOS atau 86 DOS dari Seattle Computer Product.

Jumlah uang yang dibayar senilai USD 25 ribu. Beberapa saat kemudian, keduanya menambah jumlah pembelian USD 50 ribu sehingga Microsoft berhak memiliki sepenuhnya 86-DOS.

Akuisisi ini memungkinkan Microsoft melisensi software PC sendiri yang kemudian menjadi Windows. Yang berkembang menjadi OS komputer PC terpopuler di dunia.

Apple Akuisisi Next

Pada dekade 1990-an, Apple mengalami masa keterpurukan di bawah kendali CEO John Scluley. Apple pun berupaya menarik sang pendiri, Steve Jobs, agar kembali menakhodai perusahaan.

Caranya dengan membeli perusahaan komputer Next pada tahun 1997 senilai USD 404 juta. Next adalah perusahaan yang didirikan Jobs sesudah dibuang Apple.

Langkah ini terbukti sangat manjur. Selain teknologi Next menjadi pondasi komputer Apple generasi selanjutnya, kembalinya Steve Jobs membuat Apple mengalami masa kejayaan yang berlangsung sampai sekarang.

Microsoft Akusisi Hotmail

Pada tahun 1997, Microsoft mengakuisisi Hotmail, layanan email besar kala itu. Nilai akuisisi mencapai USD 400 juta yang masuk kategori lumayan tinggi.

Hotmail kemudian menjadi layanan email terbesar selama lebih dari satu dekade. Sejak diakuisisi Microsoft, jumlah pengguna dan web trafik ke Hotmail memang meningkat lumayan pesat.

Hotmail pun diintegrasi dengan aplikasi web Microsoft seperti Windows Live Messenger dan SkyDrive. Sayangnya, Hotmail saat ini dalam tahap ditutup, digantikan dengan Outlook.

Hewlett Packard Akuisisi Compaq

Bulan Mei 2002, Hewlett Packard mengakuisisi Compaq yang juga produsen komputer PC dengan nilai akusisi sebesar USD 25 miliar.

Akuisisi pada Compaq terbukti sangat sukses bagi HP. Kombinasinya dengan Compaq menjadikan HP sebagai produsen komputer terbesar di dunia dalam soal volume penjualan, mengalahkan jagoan sebelumnya, Dell.

Sampai saat ini, merek komputer Compaq masih dijual oleh HP. Meskipun industri PC mereka semakin terancam oleh popularitas tablet dan smartphone.

eBay Akuisisi PayPal

Setelah gagal dengan layanan transfer uangnya yang dinamakan Billpoint, situs e-commerce eBay melirik PayPal. Pada Oktober 2002, PayPal dibeli eBay sepenuhnya senilai USD 1,5 miliar.

PayPal memang memudahkan operasional bisnis eBay. Dimana konsumen bisa membayar secara online barang di eBay melalui layanan PayPal tersebut.

Merger dengan PayPal terbukti menjadi salah satu langkah eBay yang paling sukses. Pada tahun 2012, 40% pendapatan eBay diperoleh dengan peran PayPal.

Google Akuisisi Android

Akuisisi Google pada sistem operasi Android berbuah sangat manis. Dalam waktu singkat, saat ini Android adalah sistem operasi mobile terpopuler di dunia.

Google memutuskan membeli perusahaan start up Android dari pria bernama Andy Rubin pada bulan Agustus 2005. Nilai akuisisi ini meski tak diumumkan, diperkirakan sebesar USD 50 juta.

Saat ini, sekitar sejuta perangkat Android diaktivasi setiap harinya. Sehingga diprediksi kekuasaan OS Robot Hijau di jagat mobile masih akan berlangsung lama.

(fyk/ash)









Hide Ads