Kampus ternama di Amerika Serikat itu merasa perlu membentu tim pengungkap fakta setelah sejumlah pihak -- termasuk keluarga -- menyebut kalau kematian Swartz akibat tekanan terkait kasus hacking yang dilakukan pemuda 26 tahun tersebut.
"Saya telah meminta Profesor Hal Abelson untuk memimpin analisis mendalam tentang keterlibatan MIT dari waktu kita pertama kali merasakan aktivitas yang tidak biasa pada jaringan kami di musim gugur 2010 hingga sekarang," kata Presiden MIT Rafael Leif, seperti dilansir Gizmodo, Senin (14/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reif juga memuji sosok Swartz sebagai pemuda berbakat, terkenal dan banyak dikagumi oleh orang-orang di MIT. Secara khusus dia menyebut pemuda yang memperjuangkan konten gratis tersebut sebagai sosok yang penuh kreativitas brilian dan idealisme.
Seperti diketahui, Swartz dilaporkan tewas setelah ditemukan gantung diri di apartemennya di Brooklyn, AS. Pihak keluar menilai, pemuda 26 tahun itu depresi setelah mendapat tekanan terkait kasus hacking yang tengah dihadapinya.
Swartz dituding menjadi otak dari dari aksi pencurian jutaan jurnal ilmiah arsip komputer kampus ternama MIT. Dalam kasus tersebut, sosok di balik terciptanya RSS itu pun diancam dengan hukuman lebih dari 30 tahun penjara.
(tyo/ash)