Itu sebabnya, jika saat ini masih ada yang ragu dengan mobile marketing, Head of Digital & CRM Nokia Ari Fadyl mendorong mereka untuk mempertimbangkannya. Menurutnya, kampanye pemasaran kini tak hanya melalui TV dan media cetak.
"Indonesia memimpin sebagai pasar mobile advertising ketiga terbesar di dunia, setelah China dan India," kata Ari mengutip data dari mobile ad networks Admob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, ranah mobile saat ini menjadi media massa nomor 1 di Indonesia. Dari total penduduk lebih dari 237 juta, pengguna internetnya mencapai 39,6 juta dengan penetrasi internet sebesar 17%.
Sudah umum jika jejaring sosial sangat diminati di sini. Masih mengutip data Admob, pengguna jejaring sosial Indonesia mencapai 40,8 juta, dengan penetrasi jejaring sosial 17%.
Dari sisi jumlah pelanggan mobile, saat ini diperkirakan jumlahnya 240 juta lebih. Yang menarik, penetrasi mobile-nya sangat besar, mencapai 89%. Dengan semua fakta tersebut, menurut Ari sangat jelas bahwa para pengiklan kini tak bisa mengabaikan para pengguna mobile. Mereka bisa dijadikan 'sasaran empuk' mobile ad.
"Rata-rata pengguna mobile web di Indonesia mengkonsumsi media 5 jam setiap hari. Perangkat mobile menempati porsi 36% persen dari proporsi ini, yakni 106 menit setiap harinya," ujar Ari.
Oleh karenanya, tak heran jika ranah mobile kini punya pengaruh besar (55%) dalam keputusan konsumen untuk membeli atau menggunakan sebuah produk. Selain mobile, media lain yang dampaknya cukup besar dalam purchasing decision konsumen yakni TV (49%) dan komputer desktop (39%).
(rns/tyo)