Ia dipecat dari perusahaannya gara-gara menuliskan status di Facebook mengomentari kembali terpilihnya Barack Obama dalam Pilpres AS baru-baru ini.
"Empat tahun lagi dari sang n****. Mungkin dia akan terbunuh kali ini," tulis Denise Helms, wanita usia 22 tahun asal Turlock, California, seperti detikINET kutip dari Fox 40, Senin (12/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya, postingan status ini sampai juga ke telinga perusahaan tempat ia bekerja, Cold Stone Creamery. "Karyawan ini sudah tak lagi bersama perusahaan & komentarnya yang memalukan dan benar-benar tak dapat diterima tidak mencerminkan pandangan kami," demikian bunyi pengumuman perusahaan dalam tweet-nya.
Helms sendiri tak merasa bersalah setelah memposting kalimat cercaan itu. Ia juga mengaku telah men-setting Facebook-nya ke mode private.
"Salah saya di mana? Saya merasa (postingan) ini harusnya bukan masalah besar. Saya bukan rasis dan saya tidak gila. Saya hanya mencetuskan pemikiran sederhana saja," sanggahnya.
Meskipun diklaim cuma postingan biasa, namun kalimat sensitif semacam ini juga sudah menyebar di ranah publik pasti akan menyita perhatian banyak orang, tak terkecual agen rahasia kepresidenan.
Helms sendiri sudah dihubungi oleh kepolisian setempat untuk berjaga-jaga dari kemungkinan wanita muda itu menjadi sasaran ancaman kejahatan akibat postingannya.
(rou/ash)