Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Partai Komunis China Dituding Dalangi Pemblokiran Google

Partai Komunis China Dituding Dalangi Pemblokiran Google


Ardhi Suryadhi - detikInet

Ilustrasi (Ist.)
China -

Google mengaku tak ada masalah pada sistemnya sehingga menyebabkan terjadinya pemblokiran layanan raksasa internet itu di China. Malah sebaliknya, Google menuding Partai Komunis China yang menjadi dalang di balik insiden ini.

Seperti dilansir Boy Genius Report, hubungan Google dan China memang naik turun. Terlebih setelah Google menuduh hacker China berada di balik penyerangan ratusan akun Gmail pada tahun lalu.

Hingga akhirnya sejumlah layanan Google -- seperti Gmail, Google Maps, dan Google Drive -- dilaporkan terpasung di China beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kasus ini, Google mengaku bingung dengan apa yang terjadi. Sebab tak ada masalah dalam sistem sang raksasa internet tersebut.

"Kami telah melakukan pengecekan dan tidak ada yang salah," ujar Google.

Justru Google menuduh ada campur tangan politis di Negeri Tirai Bambu sehingga membuat layanan Google terblokir. Kalangan politis yang dimaksud berasal dari Partai Komunis China.

Pasalnya, partai tersebut akan menggelar kongresnya yang ke-18. Nah, untuk meredam protes dan segala macam seruan negatif, ditengarai Partai Komunis China sampai harus 'menutup mulut' Google di China.

Terlebih di kongres itu akan dilantik pula pemimpin baru Xi Jinping di Great Hall of People dekat Tiananmen Square, Beijing.

Para pengamat memprediksi kalau pemblokiran ini dilakukan agar pengalihan kekuasaan antara pemerintah lama dan yang baru dapat berjalan mulus, tanpa adanya protes di dunia maya.

Sejak Kamis kemarin sebelum pelantikan, pemerintah China dilaporkan telah melakukan aksi sweeping terhadap benda apapun yang bisa digunakan untuk membawa pesan protes, mulai dari sampul buku sampai balon tiup.

Maka tak berlebihan jika banyak yang menduga tak bisa diaksesnya Google karena upaya otoritas setempat untuk menghalangi bentuk protes di ranah maya. Setelah 12 jam usai pelantikan, Google pun kembali normal.

(ash/fyk)







Hide Ads