Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Maps Melesu di Negeri Tirai Bambu

Google Maps Melesu di Negeri Tirai Bambu


Santi Dwi Jayanti - detikInet

Baidu Map menjadi layanan populer di China (GettyImages)
Jakarta -

Google Maps memang menjadi salah satu produk unggulan. Sayangnya di China, layanan ini malah melesu. Dilaporkan, Google Maps malah mengalami penurunan market share hingga hampir 50% di kuartal ketiga ini.

Laporan tersebut datang dari perusahaan peneliti yang berbasis di Beijing yang mengatakan bahwa di penghujung kuartal tiga, pangsa pasar layanan tersebut ada di angka 9%.

Menurut Analysys International, Google Maps kini menjadi vendor keenam terbesar di sektor mobile maps di China. Hal ini menandai penurunan besar dari kuartal sebelumnya di mana produk Google tersebut ada di posisi dua dengan market share sebesar 17,5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Google Maps terus menerus kehilangan market share dalam bisnis ini di China ditengarai karena persaingan yang ketat dengan produk lokal dan perilisan Apple Maps, demikian seperti dikutip dari ZDNet, Kamis (8/11/2012).

Upgrade iOS seperti diketahui sudah tidak menyertakan Google Maps lagi dan menggantinya dengan produk besutan mereka sendiri. "Di bulan September, setelah user mengupgrade iOS, Google kehilangan banyak user," ujar Yi Jingxue, analis di perusahaan peneliti yang mengeluarkan laporan ini.

Yi juga menambahkan bahwa di China pengalaman memakai Google Maps tidak begitu bagus sehingga memicu user berpaling ke layanan lainnya. Adapun layanan serupa lain yang mengungguli Google Maps adalah Autonavi, Baidu Maps, Mapbar, Tiger Maps dan Sogou Maps.

(sha/fyk)




Hide Ads