Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisah Ibu-ibu yang Beranjak Melek IT

Kisah Ibu-ibu yang Beranjak Melek IT


Rachmatunnisa - detikInet

Pelatihan komputer (dok. Nurlina Purbo)
Jakarta -

Di kalangan perempuan yang menjadi ibu rumah tangga, pemanfaatan teknologi pun tentunya sesuai kebutuhan dan karakteristik mereka. Seperti apa?

Penggiat ICT Women Nurlina Purbo mencontohkan para ibu-ibu kelompok PKK kini banyak yang melakukan komputerisasi data. Pada 2007, saat pertama kali terjun di lingkungan PKK tempat tinggalnya di Cempaka Putih, Jakarta, semua informasi PKK masih disimpan dalam bentuk manual

"Itu kan merepotkan ya. Lalu mereka diajarkan input data, komputerisasi. Dan sekarang terus berkembang hingga ke PKK tingkat atas," kata Lina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, mengajarkan perempuan agar melek IT harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mereka. Kebanyakan perempuan kerap berhubungan dengan hal-hal seperti pencatatan dan membuat laporan. Maka Lina pun biasanya mengajari kebutuhan IT untuk administrasi yang paling dasar.

"Jadi kalau kita ngajarin perempuan biasanya lebih banyak ke aplikasinya. Soal hardware, bongkar pasang jangan dulu. Karena nanti pasti pada kabur. Tapi kita perkenalkan dulu apa kebutuhannya. Misalnya bikin surat laporan keuangan," papar ibu enam orang anak ini.

Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan internet. Setidaknya, Lina ingin membuat mereka bisa mengerti bagaimana membuat email, mencari informasi lewat Google dan lain-lain.

"Makanya lebih ke arah sesuai permintaan dan kebutuhan. Kalau dia merasa, gak akan terpakai kalau belajar ngetik. Ya sudah, maunya apa? Misalnya belajar internet, kita ajari. Mereka biasanya pakai untuk cari resep makanan, model baju, bahan pelajaran untuk anak. Seneng banget kan mereka. Pokoknya ibu-ibu banget lah," tutur Lina.

Di daerah-daerah seperti Lombok dan Pekalongan, kisah Lina, pemanfaatan IT di kalangan ibu-ibu malah sudah lebih jauh. Motivasi perempuan di daerah untuk belajar teknologi lebih tinggi karena kebutuhan mereka untuk pendampingan anak tentang komputer dan menjual hasil karya mereka.

"Di Lombok, misalnya, itu kan sentra industri kerajinan perhiasan mutiara. Ibu-ibunya pakai internet untuk memasarkan produk-produk mereka. Cari desain dan segala macam," ujarnya.

Selain itu, di beberapa daerah sudah banyak kelompok ibu-ibu yang berswadaya mengadakan tempat khusus untuk pembelajaran dan penggunaan internet.

(rns/fyk)





Hide Ads