Sebelumnya, FBI telah membantah tudingan sekelompok hacker yang mengatakan bahwa mereka mengintai pengguna gadget Apple. Lembaga intelijen ini juga mengklaim tak ada satupun laptop anggotanya yang kebobolan.
Kabar terbaru dari perkembangan kasus ini menyebutkan, salah satu developer aplikasi asal Amerika Serikat (AS) bernama BlueToad mengonfirmasikan bahwa sistem mereka menjadi korban aksi hacking pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BlueToad mengatakan, pihaknya tidak pernah mengumpulkan informasi sensitif. UDID sendiri menurut mereka hanya sederet daftar nomor ID unik yang tidak berkaitan dengan informasi personal.
Berdasarkan rekomendasi Apple beberapa bulan lalu, BlueToad lantas memodifikasi kode mereka untuk menghentikan praktik penyalahgunaan UDID. Bluetoad juga untuk sementara waktu tidak menyimpan informasi UDID apapun yang dikirimkan ke server mereka melalui aplikasi untuk sementara waktu.
"Kami bekerja sama dengan kepolisian guna menyelidiki aksi hacking database ini," kata juru bicara Bluetoad.
Sebelumnya diberitakan, UDID yang bocor ini diposting pada website milik kelompok hacker yang menamakan diri AntiSec.
(rns/ash)