Hal ini, dinilai Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi) sebagai potensi untuk meningkatkan penggunaan domain .id. Disayangkan, angka pengguna domain .id meski diklaim terus tumbuh, namun belum menampakkan gigi.
Dengan domain negara tetangga Singapura (.sg) dan Malaysia (.my) saja, .id yang merupakan identitas Indonesia masih kalah banyak jumlahnya. Domain .sg 141.684, .my 200.549 sementara .id 87.374.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua belas perusahaan ini punya bermacam strategi pemasaran untuk menarik minat pengguna .id. Antara lain menjual domain .id dengan paket desain web atau paket internet. Ada juga yang mendekati Usaha Kecil Menengah dan menawarkan diskon khusus serta membundlingnya dengan web yang sudah jadi.
"Strategi pemasaran seperti ini memang kami perbolehkan. Ini adalah inisiatif mereka (registrar). Kalau dulu kan Pandi jualan sendiri, sekarang dengan adanya 12 registrar ini jadi lebih variatif. Konsumen jadi punya pilihan," papar Sigit.
Pertumbuhan domain .id setiap tahunnya meningkat sekitar 30 ribu. Pandi menargetkan, dalam tiga tahun ke depan jumlahnya bisa mencapai satu juta lebih domain.
Dalam waktu dekat, Pandi juga akan merilis dua domain .id terbaru yakni biz.id dan my.id. Mulai 1 Oktober 2012, pendaftaran untuk dua domain ini dibuka untuk umum.
Domain biz.id ditujukan bagi perusahaan skala mikro kecil dan menengah, sedangkan my.id ditujukan untuk pengguna personal. Persayaratannya cukup mudah, yakni hanya diperlukan KTP dan NPWP untuk biz.id atau salinan KTP bagi peminat domain my.id.
(rns/ash)