Rencana ini meliputi tak hanya mendistribusikan ponsel secara cuma-cuma, tetapi juga memberikan layanan 200 menit melakukan panggilan lokal tanpa bayar.
Singh sendiri memang belum mengumumkan rencana ini secara resmi. Namun sejumlah media setempat memperkirakan pengumuman segera disampaikan ke publik pada 15 Agustus 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pendanaan untuk rencana ini, 50 persennya berasal dari perusahaan mobile yang mendukung layanan pemerintah ini. Rencana bagi-bagi ponsel ini awalnya digagas oleh United Progressive Alliance (UPA), partai politik mayoritas yang memimpin pemerintahan India.
Tak hanya meningkatkan sarana komunikasi rakyat, UPA sepertinya berupaya merangkul warga dalam pemilihan umum 2014. Pemilik ponsel ini nantinya akan menerima panggilan telepon serta SMS mengenai bagaimana memilih suara untuk partai tersebut.
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah pihak menentang rencana ini. Kementerian Keuangan India keberatan dengan alasan, dana pemerintah tidak bisa memenuhinya dan seharusnya lebih fokus pada isu lain menyangkut sumber daya manusia.
Kalangan lain ada juga yang menilai kebijakan semacam ini hanya berniat memanfaatkan warga miskin untuk mendulang perolehan suara lebih banyak.
(rns/ash)