Sebelumnya, kerjasama antara Twitter dan LinkedIn yang telah terjalin selama kurang lebih satu setengah tahun tersebut, mengizinkan pengguna mempublikasikan tweet mereka ke profil LinkedIn.
Chief Consumer Product Twitter, Chief Michael Sippey dalam keteranganya yang tertulis di blog developer blog menyebutkan, perubahan ini merupakan bagian dari langkah menghadirkan pengalaman menggunakan Twitter yang lebih utama, yakni sederet tool dan produk yang konsisten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Business Insider, Sabtu (30/6/2012), pengguna masih bisa memposting update tweet mereka di LinkedIn atau sebaliknya, namun fungsi berbagi konten tidak bisa lagi bekerja.
Sumber lain yang dikutip dari blog teknologi Mashable menyebutkan, alasan lain Twitter memutus kemitraannya dengan LinkedIn yakni karena isu keamanan. LinkedIn dinilai Twitter tidak cukup melindungi para pengguna Twitter. Apalagi, beberapa waktu lalu LinkedIn kebobolan peretas yang membocorkan lebih dari 6 juta password.
Twitter juga menganggap kerjasamanya dengan LinkedIn tidak menguntungkan. Ini juga berdampak pada para developer yang menciptakan aplikasi untuk menampilkan tweet misalnya. Mereka merasa dirugikan karena perubahan aturan Twitter dan langkahnya mengembangkan mobile client.
(rns/rns)