Wikileaks terancam gulung tikar. Situs yang didirikan oleh Julian Assange ini mengalami krisis keuangan akibat blokade finansial oleh pemerintah AS. Para pendukungnya pun berencana mendirikan yayasan untuk mencari pendanaan bagi situs pembocor dokumen rahasia tersebut.
Sejak 2010, atas perintah pemerintah AS, perantara finansial Wikileaks seperti Visa, MasterCard, PayPal dan Western Union menutup pintu donasi bagi Wikileaks. Kasus ini membuat para aktivis bernama Daniel Ellsberg dan John Perry Barlow memutar otak untuk mencari 'jalan tikus' agar operasional wikileaks bisa terus berjalan.
Nama keduanya aktivis ini sudah cukup dikenal publik AS. Ellsberg bahkan pernah menghebohkan dan membuat kontroversi karena pernah membocorkan dokumen Pentagon tahun 1971. Sementara Barlow, adalah salah satu pendiri Electronic Frontier Foundation (EFF) yang terkenal di negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blokade finansial tak hanya mengikis pendapatan Wikileaks hingga 95%. Penerbitan sejumlah dokumen penting pun sempat mengalami penundaan. "Bila Wikileaks tidak menemukan cara untuk menghalau blokade ini, kami tidak mampu melanjutkannya sampai tahun depan," ujar sang pendiri Wikileaks Julian Assange kala itu. (rns/sha)